Sab, 10 Okt 2026
Balikpapan Berawan · 28°C Semua kota ›
Kalimantan Timur

 BI Balikpapan Bantu Peralatan Karhutla, Dorong Inflasi Pangan Tetap Terkendali  

BALIKPAPAN, Kaltimku.id — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan melangkah nyata memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di wilayah Kalimantan Timur. Kamis (8/10/2026), lembaga keuangan sentral ini secara resmi menyalurkan bantuan peralatan penanggulangan karhutla kepada dua kabupaten rawan, yaitu Penajam Paser Utara (PPU) dan Paser.

Langkah ini diambil di tengah kondisi cuaca yang masih dipengaruhi El Nino, yang meningkatkan risiko terjadinya karhutla sekaligus berpotensi mengganggu pasokan dan harga kebutuhan pokok masyarakat.

Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, menegaskan bahwa penanganan karhutla dan pengendalian inflasi pangan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama untuk menjaga ketahanan daerah.

“Sinergi yang terus diperkuat ini adalah bukti nyata komitmen kita bersama. Tidak hanya untuk menanggulangi karhutla, tetapi juga menjaga pasokan pangan tetap aman, harga tetap stabil, dan masyarakat semakin cerdas literasinya,” ujar Robi usai menyerahkan bantuan.

Penyerahan bantuan dilakukan secara terpisah di dua lokasi. Di PPU, bantuan diserahkan kepada Kepala Bidang Rehabilitasi BPBD PPU, I Gusti Putu Agus Dharma Sutiawan, dan disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah PPU, Drs. H. Tohar, M.M., serta sejumlah pimpinan perangkat daerah. Sementara di Paser, bantuan diterima langsung oleh Kepala BPBD Paser, Ruslan.

Peralatan yang diserahkan cukup lengkap dan siap digunakan: pompa pemadam, tandon air portabel, selang dan nozzle, perlengkapan khusus pemadaman lahan gambut, pakaian tahan api, helm pelindung, respirator, hingga peralatan keselamatan pendukung lainnya. Penyaluran ini merupakan tindak lanjut penyerahan simbolis yang dilakukan Gubernur Bank Indonesia pada 20 September 2026 lalu, sebagai bagian dari program bantuan karhutla yang mencakup tujuh provinsi di Indonesia.

Tak hanya soal api, tapi juga soal pangan. Di saat yang sama, BI Balikpapan terus memperkuat pengendalian inflasi pangan melalui Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS). Beragam aktivitas digelar mulai dari gerakan pangan murah, pasar murah, hingga operasi pasar untuk menstabilkan harga di tingkat masyarakat.

Sepanjang Januari–September 2026, inflasi tercatat terkendali di angka 4,11 persen secara tahun berjalan. Menyambut akhir tahun, BI Balikpapan menargetkan melaksanakan 10 kali kegiatan stabilisasi harga pangan di Balikpapan dan 13 kali di PPU hingga akhir Desember 2026.

Penguatan produksi pangan lokal juga terus didorong melalui program Tani Camp 2026. Hasilnya mulai terlihat: pengembangan pertanian perkotaan komoditas cabai, tomat, dan terong di Balikpapan serta PPU berkembang positif. Di Paser, peternak ayam petelur mulai beralih menggunakan pakan mandiri yang lebih efisien, sehingga biaya produksi bisa ditekan dan harga telur tetap terjangkau masyarakat.

Tak kalah penting, penguatan literasi masyarakat juga berjalan beriringan. Program Bedah Buku Penulis Lokal (Bebukuan) 2026 digelar bersama pemerintah daerah untuk meningkatkan minat baca sekaligus mengapresiasi karya anak daerah.

Melalui rangkaian langkah ini, BI Balikpapan membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor bukan sekadar jargon — melainkan strategi nyata menghadapi risiko bencana alam, menjaga stabilitas harga pangan, dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.***

Tulis komentar

Email Anda tidak ditampilkan. Komentar dimoderasi sebelum tayang.

Berita Terkait

Lihat semua →
Beranda WhatsApp Facebook X