Kalimantan Timur
Peluk Cinta Terakhir [2]
“Kau masih beruntung dari aku, Ta,” kata Bagas, sepulang sekolah, suatu sore. “Kok?” Aku menatap wajah Bagas yang bermata bagus. “Karena ayahmu, Om Effendi…
“Kau masih beruntung dari aku, Ta,” kata Bagas, sepulang sekolah, suatu sore. “Kok?” Aku menatap wajah Bagas yang bermata bagus. “Karena ayahmu, Om Effendi…
LANGIT seperti runtuh dan menghimpit tubuhku. Betul-betul aku tidak percaya dengan apa yang tersaji di hadapanku, meski hanya di dalam layar kaca televsisi. Tetapi…