Deprecated: Constant FILTER_SANITIZE_STRING is deprecated since 8.1, use htmlspecialchars() instead in /home/u387350598/domains/kaltimku.id/public_html/wp-content/plugins/wp-smush-pro/core/modules/helpers/class-parser.php on line 229

Deprecated: Constant FILTER_SANITIZE_STRING is deprecated since 8.1, use htmlspecialchars() instead in /home/u387350598/domains/kaltimku.id/public_html/wp-content/plugins/wp-smush-pro/core/modules/helpers/class-parser.php on line 234

Deprecated: Creation of dynamic property Smush\Core\Modules::$webp is deprecated in /home/u387350598/domains/kaltimku.id/public_html/wp-content/plugins/wp-smush-pro/core/class-modules.php on line 95

Deprecated: Creation of dynamic property Smush\Core\Modules\Helpers\Parser::$iframes is deprecated in /home/u387350598/domains/kaltimku.id/public_html/wp-content/plugins/wp-smush-pro/core/modules/helpers/class-parser.php on line 87

Deprecated: Constant FILTER_SANITIZE_STRING is deprecated since 8.1, use htmlspecialchars() instead in /home/u387350598/domains/kaltimku.id/public_html/wp-content/plugins/wpseo-news/classes/meta-box.php on line 59

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo-news domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u387350598/domains/kaltimku.id/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Harapkan PT KFI Berikan Dampak Positif Nyata bagi Kaltim - Kaltimku.id
Jum, 9 Okt 2026
DPRD KalTim

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Harapkan PT KFI Berikan Dampak Positif Nyata bagi Kaltim

Kaltimku.id, SAMARINDA — Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Akhmed Reza Pahlevi mengharapkan PT KFI akan memberikan dampak positif yang nyata bagi Kalimantan Timur (Kaltim).

Terkait laporan insiden kecelakaan kerja yang baru-baru ini terjadi di Smelter Nikel, pemerintah provinsi turut mendampingi untuk mendorong pembinaan kerja guna meningkatkan standar perusahaan, terutama di PT KFI yang memiliki dampak besar bagi Kaltim.

“Pemerintah provinsi juga mendampingi kami meminta untuk pembinaan kerja untuk ditingkatkan ke perusahaan-perusahaan terutama di KFI ini, karena perusahaan ini istilahnya besar sekali dan investasinya juga lumayan untuk Kaltim,” ucap Reza, Selasa (24/10/2023).

Reza berharap PT KFI dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi Kalimantan Timur. Diskusi juga mencakup isu ketenagakerjaan, dan ketua komisi berharap agar PT KFI segera melaporkan data terkait tenaga kerja, baik lokal maupun asing.

Juga ditekankan pentingnya laporan yang lengkap ke BPJS ketenagakerjaan dan Disnaker, yang sesuai dengan regulasi yang ada setelah mendapatkan izin dari imigrasi. Ini merupakan langkah kunci untuk memastikan bahwa semua tenaga kerja terdaftar dan mendapatkan perlindungan yang tepat.

PT KFI telah berusaha meningkatkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di perusahaannya, dan Ketua komisi mengharapkan upaya ini berlanjut. Pembinaan terus dilakukan oleh dinas tenaga kerja provinsi secara berkala.

“Saya rasa sampai saat ini KFI terus berupaya untuk meningkatkan K3 yang ada di perusahaan ini dan yang sedang beroperasi, walau pun ini belum beroperasi masih mencoba,” imbuhnya.

Dalam upayanya untuk menjaga komunikasi yang baik dengan PT KFI, komisi ini telah melakukan beberapa Rapat Dengar Pendapat (RDP) berkaitan dengan ketenagakerjaan, baik saat peluncuran maupun uji coba perusahaan ini. Mereka berharap PT KFI akan terus melaporkan perkembangan kepada DPRD.

Reza mengungkapkan rencananya untuk berbicara dengan pihak Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia serta imigrasi untuk memastikan bahwa tenaga kerja asing yang digunakan sesuai dengan perizinan yang berlaku. Ini penting karena ada perasaan kecemburuan di antara pekerja lokal dan asing.

“Dinas kerja kami berharap ini sesuai dengan prosedur dan regulasi yang ada karena ini berdampak dengan kegiatan kerja lokal kita karena masih ada kecemburuan antara pekerja lokal dan tenaga kerja asing,” katanya lagi.

Dalam menghadapi permasalahan ini, tegas Reza, penting bagi PT KFI untuk terus meningkatkan standarisasi tenaga kerja lokal. Harapannya adalah agar semua pihak dapat bekerja bersama dan memastikan bahwa industri ini memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kaltim.***

Tulis komentar

Email Anda tidak ditampilkan. Komentar dimoderasi sebelum tayang.

Berita Terkait

Lihat semua →
Bagikan ke WhatsApp