Patroli Perairan Tanjung Perangat, Polairud Polda Kaltim Awasi Kapal Batu Bara dan Ingatkan Keselamatan Pelayaran
BERAU, Kaltimku.id – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Timur meningkatkan pengawasan aktivitas pelayaran di perairan Tanjung Perangat, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Selasa (3/11/2026).
Pengawasan dilakukan personel Markas Unit Patroli Berau menggunakan Kapal Polisi KP XII-2010. Patroli yang dipimpin Bripka Carolus Wato bersama tiga personel tersebut menyasar aktivitas kapal-kapal yang melintas, termasuk kapal bermuatan batu bara di sekitar TB KSA 36.
Sekitar pukul 09.00 WITA, personel melaksanakan Quick Response sekaligus pemantauan terhadap aktivitas pelayaran guna memastikan keamanan dan ketertiban di wilayah perairan tersebut.
Selain melakukan pengawasan, petugas juga memberikan imbauan kepada awak kapal dan pengguna jasa perairan agar selalu mengutamakan keselamatan pelayaran.
Personel mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan, memperhatikan kondisi sesama awak kapal, serta berhati-hati ketika melintasi alur pelayaran yang sempit untuk mengantisipasi potensi kecelakaan di laut.
“Keselamatan pelayaran harus menjadi perhatian utama seluruh awak kapal. Setiap pengguna jasa perairan perlu meningkatkan kewaspadaan dan saling memperhatikan kondisi di sekitarnya, terutama saat melintasi alur pelayaran yang sempit,” demikian pesan keselamatan yang disampaikan personel di lapangan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program Blue Policing Ditpolairud Polda Kaltim, yang tidak hanya berorientasi pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban aktivitas pelayaran, tetapi juga mendukung upaya perlindungan lingkungan laut.
Melalui patroli rutin tersebut, Ditpolairud Polda Kaltim berupaya memastikan aktivitas transportasi laut berjalan aman sekaligus meningkatkan kesadaran pengguna perairan terhadap pentingnya menjaga kelestarian ekosistem terumbu karang dan biota laut.
Dengan demikian, pengawasan perairan di wilayah Berau diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi para pengguna jalur pelayaran serta menjaga keseimbangan ekosistem laut dari potensi kerusakan akibat aktivitas manusia.***



