​Cahaya Baru di Bukit Damai Lestari, Menyongsong Masa Depan Masjid Jami Baitul Hasanah

Balikpapan, Kaltimku.id — ​Malam hari, Selasa, 7 April 2026, udara di sekitar Perumahan Bukit Damai Lestari II, Kelurahan Sepinggan Baru, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kaltim, terasa lebih hangat dari biasanya. Seusai azan Isya berkumandang, jamaah tidak bergegas pulang. Di dalam ruang utama Masjid Jami Baitul Hasanah, sebuah babak baru sedang ditulis. Pertemuan malam itu bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan sebuah ikhtiar bersama untuk menentukan arah kemakmuran masjid hingga tiga tahun ke depan.

 

Bacaan Lainnya

​Pelaksanaan pengukuhan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) periode 2026–2029 berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Di bawah sorot lampu masjid yang teduh, semangat musyawarah mufakat menjadi ruh dalam setiap pengambilan keputusan. Tidak ada keriuhan kompetisi yang berlebih; yang ada hanyalah ketulusan untuk mengabdi.

 

​Estafet Amanah dan Sinergi Kepengurusan

​Dalam proses yang demokratis namun tetap berpijak pada nilai-nilai islami, Sukarni Tola, S.Pd. dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua DKM yang baru, didampingi oleh Candra Irawan, ST., M.Si. sebagai Wakil Ketua, Muhammad Yamin, S.Pd. sebagai Sekretaris dan Maman Firmani yang mengawal posisi Bendahara.

saat penanda tanggan berkas berita acara antara Ketua DMI Ady Muntono (batik hijau) dan Ketua DKM Sukarni Tola 

Namun, mengelola masjid bukanlah kerja personal. Struktur kepengurusan kali ini dirancang lebih komprehensif dengan menyentuh berbagai sendi kehidupan jamaah. Mulai dari Seksi Ibadah dan Pendidikan hingga pemberdayaan strategis seperti Pemberdayaan Wanita dan Anak, serta pembinaan generasi muda melalui IRMA (Ikatan Remaja Masjid). Kehadiran seksi khusus seperti Fardhu Kifayah dan Humas menunjukkan bahwa DKM periode ini ingin hadir lebih dekat, tidak hanya dalam urusan ritual ibadah, tetapi juga dalam urusan sosial-kemasyarakatan.

 

​Pesan dari Para Pemimpin

​Kehadiran tokoh-tokoh penting malam itu memberikan bobot tersendiri bagi kepengurusan yang baru dikukuhkan. Lurah Sepinggan Baru, Sarbin, S.Sos., dalam sambutannya menitipkan harapan besar. Sarbin memandang masjid bukan sekadar bangunan fisik, melainkan “motor penggerak” bagi persatuan warga. Senada dengan itu, Ketua DMI Balikpapan Selatan, Ady Muntono, MS., mengingatkan bahwa tantangan DKM ke depan adalah inovasi. Masjid harus mampu menjadi pusat ekonomi umat dan laboratorium pendidikan bagi generasi masa depan.

 

​Menuju Masjid yang Inklusif

​Bagi Sukarni Tola, amanah ini adalah janji bakti. Dalam narasi perdananya sebagai ketua terpilih, ia tidak menjanjikan kemegahan fisik semata, melainkan menekankan pada aspek sinergi. Ia menyadari bahwa kemakmuran masjid hanya bisa dicapai jika ada harmoni antara pengurus dan partisipasi aktif dari seluruh jamaah.

​”Amanah ini adalah tanggung jawab bersama. Kita ingin Masjid Jami Baitul Hasanah menjadi rumah yang inklusif, tempat di mana setiap orang merasa memiliki dan mendapatkan manfaat,” ungkapnya dengan penuh syukur.

​Dengan pengukuhan ini, Masjid Jami Baitul Hasanah yang berdiri anggun di Jalan Merah Delima VII kini memiliki nahkoda baru. Harapannya sederhana namun mendalam, agar masjid ini tetap menjadi mercusuar kebaikan, tempat sujud yang nyaman, serta pusat peradaban kecil yang terus memberikan manfaat luas bagi masyarakat di sekitarnya.***

 

Pos terkait