Ekti Imanuel: Safari Natal Jadi Ruang Merawat Harmoni Sosial di Tengah Perubahan

Samarinda, Kaltimku.id – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, menilai Safari Natal bukan hanya menjadi bagian dari perayaan keagamaan, tetapi juga ruang strategis untuk mempererat relasi sosial di tengah masyarakat yang beragam. Hal ini ia sampaikan saat menjalani rangkaian kunjungan ke gereja-gereja di Kabupaten Kutai Barat menjelang Natal 2025.

Menurut Ekti, Kutai Barat merupakan daerah dengan tingkat keberagaman masyarakat yang tinggi, baik dari sisi budaya, etnis, maupun keyakinan. Oleh karena itu, ruang-ruang perjumpaan lintas kelompok perlu terus dijaga agar harmoni sosial tetap terpelihara di tengah percepatan pembangunan.

Bacaan Lainnya

“Kita hidup di daerah yang berkembang cepat. Maka hubungan antarkelompok harus tetap terjaga agar pembangunan tidak terhambat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa nilai-nilai Natal sangat relevan dengan kebutuhan daerah saat ini, yakni menjaga kebersamaan, memperkuat solidaritas sosial, serta menumbuhkan rasa saling peduli di tengah perubahan sosial yang cepat. Menurutnya, pembangunan fisik tidak akan berjalan optimal tanpa fondasi sosial yang kuat.

Ekti juga mengingatkan bahwa percepatan pembangunan daerah hanya dapat dicapai jika masyarakat tetap solid dan saling mendukung. Oleh karena itu, kehadiran pemimpin di tengah masyarakat dinilai penting untuk menjaga komunikasi dan kepercayaan publik.

Dalam setiap gereja yang disinggahi, Ekti menyampaikan ucapan Selamat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, sekaligus mengajak jemaat untuk menjaga keteduhan suasana perayaan agar tetap berlangsung aman, damai, dan penuh sukacita.

“Saya hadir bukan hanya untuk memberi salam, tetapi untuk memastikan jalinan kedekatan antara pemimpin dan masyarakat tetap terawat,” tuturnya.

Safari Natal yang dijalankan Ekti disebutnya sebagai bentuk komitmen pribadi untuk terus dekat dengan warga. Bagi Ekti, pesan yang ingin disampaikan sederhana namun bermakna: Natal harus menjadi momentum untuk memperkuat keluarga, komunitas, dan persaudaraan.

“Kehadiran saya di tengah jemaat adalah cara saya merayakan Natal bersama masyarakat, dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan,” pungkasnya.*

Pos terkait