BARABAI, Kaltimku.id — Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Samsul Rizal mengapresiasi para atlet dan pelatih yang berprestasi di ajang Porprov XII Kalsel 2025. Namun, ia pun menghendaki penurunan peringkat Kontingen HST pada multi event tersebut agar dijadikan bahan evaluasi bersama.
Penekanan itu diungkap Bupati Samsul Rizal saat Halal Bihalal KONI HST dan jajaran di Pendopo Bupati HST, Rabu (1/4/2026). Acara ini diikuti Wakil Bupati H Gusti Rosyadi Elmi, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) H Muhammad Yani, Ketua DPRD HST H Pahrijani, Ketua KONI Yajid Fahmi AS, pengurus Cabor, dan para atlet sendiri.
”Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua atlet dan pelatih yang telah memberikan prestasi terbaik bagi Bumi Murakata,” ucap Bupati Rizal.
Mengenakan stelan baju putih lengan panjang dan celana hitam, Bupati Rizal nampak ceria. Ia memuji kontingen atlet HST yang telah menunjukkan semangat juang, disiplin, dan sportivitas tinggi di arena Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) XII, sehingga mampu meraih total 132 medali, yakni 22 emas, 49 perak, dan 70 perunggu.

“Hasil ini bukan sesuatu yang didapat secara instan. Di balik perolehan medali itu tentu ada proses latihan panjang, pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran, serta bimbingan luar biasa dari para pelatih yang dengan penuh dedikasi membina dan membentuk mental juara para atlet,” urai Bupati.
Namun, Bupati pun mengungkapkan, pada Porprov XII Kalsel 2025 ini peringkat HST mengalami penurunan dibandingkan Porprov sebelumnya. Kontingen HST hanya menempati posisi 12 dari 13 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan.
“Ini tentu menjadi bahan evaluasi bersama. Penurunan peringkat ini hendaknya tidak membuat kita berkecil hati, tapi justru memotivasi kita untuk berbenah dan bekerja lebih keras lagi,” ungkapnya.
Lantas Ketua KONI HST, Yajid Fahmi AS pun bicara. Ia yang mewakili insan olahraga secara pribadi mengucapkan terima kasih ke jajaran pengurus KONI, pelatih, pengurus Cabor, atlet, serta pemerintah daerah — khususnya Bupati dan Wakil Bupati yang meluangkan waktu untuk hadir.

Apa katanya. “Meskipun di Porprov XII Tanah Laut kita mendapatkan prestasi yang sangat memprihatinkan, tapi sebagai insan olahraga yang selalu dibumbui semangat dan optimisme tentu tidak boleh menyerah. Terlebih lagi dalam kondisi kita yang belum stabil,” akunya.
Yajid yang “menakhodai” KONI HST sejak 2025 atau beberapa bulan sebelum Porprov XII itu tak merinci kondisi belum stabil itu? Tapi, ia mengaku telah melakukan evaluasi terhadap jajaran dan struktur kepengurusan KONI HST.
Evaluasi ini menindaklanjuti hasil yang sangat memprihatinkan pada Porprov XII. Maka, pada perencanaan tahun 2026 ini pihaknya kembali memulai dari nol.
“Ada beberapa pelatih yang tidak memahami mekanisme pertandingan, metode kepelatihan yang benar, recovery atlet yang benar, termasuk massa otot atlet penting untuk dijaga. Ulun tidak “menjudge” (menghakimi) semua pelatih, tapi ada beberapa pelatih yang tidak memenuhi kriteria itu,” ujarnya.
Menurut dia yang juga Ketua Komisi I DPRD HST itu, Kabupaten HST ini banyak mempunyai bibit-bibit olahraga. Tapi selama ini belum terkelola secara baik, sehingga belum bisa melahirkan atlet olahraga yang berprestasi secara maksimal.
“Ulun (saya) dengan kawan-kawan juga sudah berkomitmen kalau gagal lagi di Porprov akan datang, kewajibannya mundur semuanya dari kepengurusan KONI. Termasuk pengurus Cabor yang juga gagal mempunyai komitmen yang sama,” katanya.
Kontingen HST sendiri diketahui ditargetkan Yajid Fahmi bisa masuk peringkat 7 besar pada klasemen perolehan medali Porprov XII. Namun, target itu meleset dan bahkan melorot dari Porprov XI Kalsel di HSS tahun 2022 yang ketika itu kontingen HST di peringkat 10 dengan torehan 16 medali emas, 23 perak dan 32 perunggu atau totalnya 71 medali.*** (JJD)






