Harmoni di Aula Mahakam, Sinergi  Polri dan Media dalam Labirin Disinformasi

Balikpapan, Kaltimku.id
​Di tengah khidmatnya bulan suci Ramadhan, sebuah pemandangan penuh kehangatan tersaji di Aula Mahakam  Mapolda Kalimantan Timur, Jln Syarifuddin Yoes, Balikpapan Selatan, pada Selasa, 10 Maret 2026.  Pertemuan antara Kapolda Kaltim, Brigjen Pol Endar Priantoro, dengan para awak media bukan sekadar seremoni buka puasa bersama. Di balik kesederhanaan deretan meja jamuan, terselip pesan mendalam tentang pentingnya menjaga “buah keranjang” komunikasi publik di era digital.

​Kapolda Kaltim dengan lugas mengakui bahwa peran media saat ini telah menjadi jantung bagi kehidupan bermasyarakat. Media bukan lagi sekadar pelapor, melainkan penyaring utama di tengah derasnya arus informasi. Dalam pesatnya kemajuan teknologi, kecepatan seringkali menjadi pedang bermata dua. Informasi yang mengalir bak air bah kerap membawa serta lumpur disinformasi yang mampu mengeruhkan kondusivitas sosial.

Bacaan Lainnya

​Menariknya, Brigjen Pol Endar Priantoro memberikan sebuah analogi yang jujur dan rendah hati mengenai institusinya. Kapolda mengibaratkan pelayanan publik seperti membeli buah dalam satu keranjang—di mana pasti ada satu atau dua buah yang tidak dalam kondisi bagus. Pengakuan ini adalah bentuk transparansi moral; sebuah kesadaran bahwa Polri, sebagai pelindung masyarakat, tidaklah lepas dari kekurangan. Di sinilah media hadir sebagai mitra kritis yang membantu memilah mana “buah” yang harus diperbaiki dan mana yang harus dijaga kualitasnya.

​Esensi dari pertemuan ini adalah panggilan untuk “merawat kebersamaan.” Kalimat Kapolda tersebut bukan sekadar retorika formal. Di wilayah strategis seperti Kalimantan Timur, harmoni antara aparat penegak hukum dan jurnalis adalah fondasi utama untuk menangkal hoaks dan menjaga akurasi data yang dikonsumsi masyarakat. Sinergi ini adalah benteng terakhir melawan kekacauan informasi.

​Buka puasa bersama ini menjadi pengingat bahwa di balik seragam dan kamera, ada visi yang sama, yakni pengabdian kepada masyarakat. Dengan semangat Ramadhan yang penuh berkah, komitmen untuk memperbaiki pelayanan dan meningkatkan kualitas informasi diharapkan menjadi momentum baru bagi hubungan yang lebih harmonis. Sebab, hanya dengan kerja sama yang tulus, kita bisa memastikan bahwa informasi yang sampai ke tangan masyarakat adalah “buah” terbaik yang menyehatkan nalar publik.***

Pos terkait