IMM Kaltim Apresiasi langkah senyap Budisatrio Djiwandono kerahkan BNPB Tangani Karhutla di Kaltim
Andri, yang dalam keterangannya memperkenalkan diri sebagai Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), mengapresiasi perhatian anggota DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Timur, Budisatrio Djiwandono, terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah tersebut.
Menurut Andri, Budi turut mendorong dukungan pemerintah pusat untuk menangani karhutla di Kaltim. Ia menyebut langkah tersebut tidak banyak diketahui publik karena minim pemberitaan mengenai keterlibatan legislator yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI itu. Jabatan Budi tersebut juga tercantum dalam pemberitaan resmi DPR RI.
Andri mengaitkan dukungan itu dengan keterlibatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui operasi modifikasi cuaca dan pengerahan helikopter water bombing. Namun, informasi mengenai hubungan antara dukungan operasional tersebut dan langkah Budi, menurut keterangannya, diperoleh dari sejumlah narasumber.
“Meski sebenarnya instruksi tersebut tak terekspos media, kami mendengar kabar dari beberapa narasumber yang menyampaikan bahwa Kaltim menjadi provinsi yang sangat diperhatikan oleh Mas Budi,” kata Andri dalam keterangan yang diterima.
Atas dasar informasi tersebut, Andri menilai perhatian Budi terhadap penanganan karhutla layak mendapatkan apresiasi. Ia menyebutnya sebagai “langkah senyap”, yakni upaya yang menurutnya dilakukan tanpa banyak publikasi kepada masyarakat.
“Untuk itu, saya rasa tidak berlebihan jika IMM mengapresiasi langkah senyap beliau,” ujarnya.
Dalam keterangannya, Andri juga menilai kebakaran hutan dan lahan di Kaltim tidak separah sejumlah provinsi lain di Kalimantan. Meski demikian, penilaian tersebut belum disertai data pembanding mengenai luas kebakaran, periode kejadian, maupun dampaknya terhadap masyarakat.
Sebagai konteks, pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di Kaltim telah tercatat dalam keterangan resmi BMKG pada 25 Agustus 2026. Operasi tersebut melibatkan BMKG, Otorita IKN, TNI Angkatan Udara, BNPB, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk menangani kekeringan serta karhutla.
BMKG menjelaskan bahwa modifikasi cuaca dilakukan dengan mengoptimalkan potensi awan yang tersedia melalui penyemaian. Dalam keterangan yang sama, operasi di Kabupaten Berau pada 24–28 Agustus 2026 disebut dilaksanakan berdasarkan permintaan Bupati Berau kepada BNPB dan BMKG. Keterangan tersebut belum mengonfirmasi hubungan operasi itu dengan instruksi Budi sebagaimana disampaikan Andri.
Selain menyampaikan apresiasi, Andri berharap Budi lebih aktif memanfaatkan media lokal untuk menjelaskan langkah yang dilakukan bagi Kaltim. Menurutnya, masyarakat perlu memperoleh informasi mengenai upaya wakil daerahnya dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui DPR RI.
Ia berharap komunikasi tersebut dapat membantu masyarakat mengetahui bentuk dukungan yang diperjuangkan, termasuk dalam menghadapi persoalan lingkungan seperti karhutla. Dengan demikian, perhatian terhadap daerah tidak hanya terdengar melalui informasi dari sejumlah pihak, tetapi juga dapat diketahui masyarakat secara lebih luas.



