Balikpapan, Kaltimku.id –Malam kesepuluh kedua selalu membawa nuansa yang berbeda. Di tengah kekhusyukan umat Muslim mengejar fase magfirah (ampunan), Pemerintah Kota Balikpapan kembali mempererat tali silaturahmi melalui agenda Safari Ramadhan 1447 H/2026 M, Ahad (1/3/2026), Masjid Agung At-Taqwa, Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan Kota menjadi saksi pertemuan ketiga kalinya jajaran pemkot dengan masyarakat dalam suasana penuh kedamaian.
Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, dalam sambutannya menekankan pentingnya memaknai fase pertengahan Ramadhan ini sebagai momentum untuk meraih ketenangan batin. Namun pesannya, tahun ini terasa lebih mendalam karena dibayangi oleh situasi geopolitik global yang mencekam.
Di saat warga Balikpapan dapat beribadah dengan tenang, kondisi dunia sedang tidak baik-baik saja. Ketegangan internasional memuncak seiring terjadinya perang terbuka di mana Amerika Serikat dan sekutunya menggempur Iran. Konflik ini tidak hanya menjadi isu politik, tetapi juga pengingat bagi kita semua akan mahalnya harga sebuah perdamaian.
”Semoga kondisi (perang) ini segera berakhir,” harap Wali Kota, mencerminkan empati mendalam atas tragedi kemanusiaan yang sedang berlangsung di belahan dunia lain. Pada momen tersebut walikota juga menyerahkan bantuan dana sebesar 100 juta rupiah.
Di tengah guncangan global tersebut, Balikpapan justru berdiri kokoh sebagai mercusuar harmonisasi. Sebagai kota yang dihuni oleh beragam suku bangsa, budaya, dan agama, menjaga kerukunan bukanlah perkara mudah. Namun, realita di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat Balikpapan mampu menjaga “lingkaran harmonisasi” tersebut dengan sangat baik. Untuk itu, walikota menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warganya.
Merawat kerukunan keberagaman suku dan agama justru menjadi kekuatan kolektif kota ini. Kondisi kondusif ini menjadikan pembangunan kota terus berjalan beriringan dengan kegiatan spiritual. Safari Ramadhan 1447 H diakhiri dengan tarawih yang diikuti ratusan jamaah di masjid yang memiliki tiga tingkat tersebut.
Safari Ramadhan di Masjid Agung At-Taqwa memang bukan sekadar seremoni rutin. Tapi pengingat bahwa di tengah dunia yang penuh konflik, kedamaian adalah aset yang harus dijaga bersama. Dengan semangat magfirah, Balikpapan membuktikan bahwa perbedaan bukanlah celah untuk retak, melainkan fondasi untuk tetap teguh berdiri sebagai kota yang nyaman dihuni dan penuh keberkahan.***







