Balikpapan, Kaltimku.id — Hari Ulang Tahun Kota Balikpapan 129 sebentar lagi akan dilaksanakan, yakni pada 10 Februari 2026 mendatang.
Menjelang HUT kota dilaksanakan, tulisan walikota Balikpapan 2011-2021 Rizal Effendi mencuri perhatian, tak terkecuali dari Andrie Afrizal Ketua KNPI Balikpapan periode 2022-2025 yang kini terpilih menjadi ketua KNPI Kaltim ikut mengomentari tulisan tersebut.
“Kritik itu sah-sah saja, namun agak sedikit lucu jika yang mengkritik ternyata adalah pemangku kebijakan sebelumnya. Untuk itu harusnya bisa mawas diri terhadap kinerja saat beliau menjabat dahulu,” ujar Andre, panggilan karibnya.
Andrie menambahkan, “Salah satu contoh ex dirut PDAM Haidir Effendi yang dijatuhi hukuman oleh pengadilan karena terbukti melakukan korupsi nano bubble, dan kerugian kota sampai 5 miliar lebih. Nah inikan ex dirut PDAM yang sering motoran bareng Pak Rizal saat menjabat dahulu. Bahkan DPRD Balikpapan pernah marah karena Haidir Effendi gunakan uang PDAM untuk sewa moge agar bisa motoran bareng. Kan lucu ada hal serampangan yang terjadi di zamannya dia, dia tutup mata tapi ketika pensiun aktif mengkritik pembenahan yang sedang dilakukan,” urai Andre.
Tak cuman itu, sebut Andre lagi, bisa dilihat itu gedung parkir Balikpapan, biaya lebih dari 90 miliar, dimulai pembangunannya tahun 2014. “Apakah gedung itu sesuai dengan fungsinya? Apakah gedung itu maksimal pemanfaatannya? Namanya saja yang gedung parkir, tapi kita mau parkir disana saja tidak nyaman karena desainnya yang terlalu sempit untuk putaran mobil kita. Padahal kalau Pak Rizal mau pada zaman itu dia bisa bangun 4 SMP baru dengan uang sebanyak itu, atau bangun rumah sakit untuk masyarakat di Balikpapan Timur dan mungkin dengan uang 90 miliar pembangunan gedung parkir tadi bisa digunakan untuk perbaikan jaringan PDAM yang bocor. Tapi ntah kenapa kok ngotot banget bangun gedung parkir yang kini hanya aulanya yang bermanfaat untuk acara pesta perkawinan,” beber Andre.
Dalam akhir wawancaranya Andrie menerangkan, siapapun boleh mengkritik dan pemerintah sekarang sangat terbuka kok. “Berbeda di zaman bapak Rizal Effendi menjabat dulu, mungkin bapak tidak tau karena tidak langsung mengoperasikan medsos tapi ada “mas al” yang selalu memantau kami,” tutup Andre.*






