TPID Tiga Daerah Perkuat KAD, Amankan Pasokan Pangan Hadapi Ancaman El Nino

TPID Tiga Daerah Perkuat KAD, Amankan Pasokan Pangan Hadapi Ancaman El Nino

BALIKPAPAN, Kaltimku.id — Menghadapi ancaman El Nino yang kian menguat, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Paser bersatu memperkuat Kerja Sama Antardaerah (KAD) guna menjamin pasokan pangan dan menahan laju kenaikan harga. Langkah strategis ini disepakati dalam High Level Meeting (HLM) Gabungan TPID di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Selasa (11/8/2026).

Pertemuan dipimpin Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, Bupati PPU Mudyat Noor, serta perwakilan Kabupaten Paser dan pemangku kepentingan terkait. Turut hadir Bupati Karo Antonius Ginting dan Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf sebagai daerah mitra pasokan.

Bacaan Lainnya

Kepala Perwakilan BI Balikpapan Robi Ariadi menjelaskan, komoditas pangan masih menjadi penyumbang inflasi terbesar di wilayah ini. Pasokan yang sebagian besar bergantung dari luar Kaltim — Jawa dan Sulawesi Selatan — kini terancam terganggu karena sejumlah daerah sentra produksi telah masuk zona siaga hingga awas kekeringan akibat El Nino.

“Risiko gangguan pasokan nyata. Kita harus bersiap dan memperkuat jaringan pasokan sejak dini,” tegas Robi.

Dalam HLM ditandatangani Nota Kesepahaman KAD antara Balikpapan–Karo, Balikpapan–Bulukumba, serta PPU–Karo. Kerja sama ini menjamin pasokan hortikultura seperti wortel, kentang, buah-buahan dan kebutuhan pangan lainnya langsung dari daerah produksi. Diikuti Perjanjian Kerja Sama operasional antar instansi perdagangan dan BUMD guna memangkas rantai distribusi agar lebih efisien.


Bukti nyata langsung tampak: kontainer berisi komoditas hortikultura dari Karo resmi dibuka dan masuk ke pasaran Balikpapan, menjadi awal diversifikasi sumber pasokan.

Gerakan Pengendalian Harga Berjalan Gencar

TPID juga melaporkan hasil langkah nyata hingga Agustus 2026: Balikpapan menggelar 82 kegiatan pasar murah, PPU 45 kegiatan, dan Paser 139 kegiatan. Beragam upaya lain berjalan beriringan — penyaluran bibit ikan, gerakan tanam cabai-tomat di pekarangan rumah, penguatan Rumah Pangan Kita, hingga pengawasan ketat BBM dan LPG bersubsidi.

Lima Langkah Menuju Akhir Tahun

Untuk menghadapi sisa tahun 2026, disepakati lima langkah prioritas:

1. Perbanyak Gerakan Pangan Murah tepat waktu, lokasi dan sasaran

2. Perluas jaringan toko penyeimbang harga

3. Siapkan cadangan pangan strategis dan dana penyangga harga

4. Genjot ketahanan pangan lokal dan pertanian warga sebagai benteng El Nino

5. Aktifkan sistem peringatan dini kenaikan harga dan pasokan

“Kita bangun sinergi dari hulu ke hilir — dari produksi, pasokan, distribusi hingga harga terjangkau. Bukan sekadar menanggapi saat harga naik, tapi mencegah sejak awal,” pungkas Robi.

Ancaman El Nino memang nyata, namun dengan kerja sama lintas daerah yang makin kokoh, ketersediaan pangan dan stabilitas harga di Balikpapan, PPU, maupun Paser diharapkan tetap terjaga dengan baik hingga akhir tahun.***

Pos terkait