APBD Perubahan Kubar 2026: Belanja Modal Naik Jadi Rp1,59 Triliun

APBD Perubahan Kubar 2026: Belanja Modal Naik Jadi Rp1,59 Triliun

Ringkasan Berita:

  • Pemkab Kubar mengusulkan rancangan perubahan APBD 2026 dengan fokus pada pembangunan infrastruktur.
  • Belanja modal direncanakan naik signifikan menjadi Rp1,59 triliun dari sebelumnya Rp923,15 miliar.
  • Target pendapatan daerah dipertahankan sebesar Rp2,96 triliun, sementara pembiayaan didukung SiLPA tahun sebelumnya.

SENDAWAR, Kaltimku.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Pemkab Kubar) mengusulkan rancangan perubahan APBD 2026 dengan alokasi belanja modal yang naik signifikan menjadi Rp1,59 triliun. Angka ini meningkat tajam dari alokasi sebelumnya sebesar Rp923,15 miliar, yang akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur.

Usulan ini disampaikan Sekretaris Daerah Kubar, Erick Victory, dalam Rapat Paripurna XIV DPRD Kubar pada Rabu (5/8/2026). Menurutnya, perubahan anggaran diperlukan untuk memastikan program prioritas tetap berjalan efektif dan mampu menjawab dinamika kebutuhan daerah.

Bacaan Lainnya

“Penyusunan perubahan KUA dan PPAS telah melalui penyesuaian Perubahan RKPD Tahun 2026, kebijakan ekonomi makro nasional, perkembangan realisasi APBD semester pertama, serta kebutuhan program prioritas yang bersifat strategis dan mendesak,” kata Erick.

Pemkab Kubar menetapkan empat arah kebijakan utama dalam perubahan APBD 2026. Kebijakan ini dirancang untuk mengatasi tantangan ekonomi daerah yang masih didominasi sektor primer atau sumber daya alam.

Empat fokus tersebut meliputi: meningkatkan nilai tambah sektor unggulan, Memperkuat infrastruktur, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Kebijakan ini akan diterjemahkan ke dalam berbagai program prioritas, seperti peningkatan mutu pendidikan, penguatan layanan kesehatan, pemenuhan gizi, perlindungan kelompok rentan, pelestarian budaya, pengurangan kemiskinan, hingga perluasan kesempatan kerja.

Erick menjelaskan, proses penyusunan ini telah melibatkan berbagai masukan, mulai dari Musrenbang tingkat kampung hingga pokok-pokok pikiran DPRD yang berasal dari aspirasi masyarakat.

Meskipun ada penyesuaian pada sisi belanja, Pemkab Kubar mempertahankan target pendapatan daerah sebesar Rp2,96 triliun. Angka ini terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp247,40 miliar, pendapatan transfer Rp2,69 triliun, dan lain-lain pendapatan yang sah Rp28,90 miliar.

Sementara itu, rincian belanja daerah mengalami penyesuaian sebagai berikut:

  • Belanja Operasi: Diproyeksikan mencapai Rp2,35 triliun.
  • Belanja Modal: Naik menjadi Rp1,59 triliun untuk mendanai pembangunan gedung, jalan, irigasi, dan pengadaan sarana pendukung layanan publik.
  • Belanja Tidak Terduga: Ditingkatkan menjadi Rp208,72 miliar sebagai langkah antisipasi keadaan darurat.
  • Belanja Transfer: Dialokasikan sebesar Rp457,21 miliar untuk mendukung pemerataan pembangunan.

Untuk menopang peningkatan belanja, penerimaan pembiayaan diproyeksikan sebesar Rp1,65 triliun yang sebagian besar berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya.

“Ke depan, pemerintah daerah akan terus memperkuat intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber PAD, meningkatkan kinerja BUMD, serta mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah,” tegas Erick.

Ia berharap pembahasan bersama DPRD dapat berjalan lancar sehingga Rancangan Perubahan APBD 2026 segera disepakati dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kubar. (ADV/Diskominfo Kubar)

Pos terkait