Ringkasan Berita:
- BNPB menyalurkan ratusan paket bantuan logistik untuk korban banjir di Kutai Barat pada 31 Mei 2026.
- Bupati Kutai Barat menegaskan penyaluran bantuan harus transparan dan tepat sasaran.
- Hingga akhir Mei 2026, lebih dari seribu bencana telah terjadi di Indonesia, mayoritas bencana hidrometeorologi.
SENDAWAR — Kaltimku.id — Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat menyalurkan ratusan paket bantuan logistik untuk warga terdampak banjir di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Bantuan ini diserahkan pada Minggu (31/5/2026) untuk meringankan beban masyarakat.
Bantuan yang terdiri dari paket sembako, selimut, matras, hingga perlengkapan kebersihan diserahkan secara simbolis oleh Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, kepada Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, di Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ).
Bupati Frederick Edwin menyambut baik dukungan tersebut dan menegaskan agar seluruh jajaran memastikan bantuan sampai ke tangan warga yang benar-benar membutuhkan.
“Bantuan ini harus sampai kepada masyarakat yang terdampak. Semua pihak harus bergerak bersama agar kebutuhan dasar warga dapat segera terpenuhi,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, BNPB mengingatkan bahwa ancaman bencana hidrometeorologi masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Hingga akhir Mei 2026, tercatat lebih dari seribu kejadian bencana melanda berbagai daerah, dengan mayoritas berupa banjir, cuaca ekstrem, dan kebakaran hutan maupun lahan.
Brigjen TNI Djohan Darmawan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Menurutnya, penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja dan koordinasi yang kuat menjadi kunci respons yang cepat dan efektif.
Selain menyalurkan bantuan, BNPB juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Masyarakat diminta memahami langkah-langkah evakuasi mandiri serta memperhatikan keamanan instalasi listrik saat banjir untuk menghindari risiko yang lebih besar. (ADV/Diskominfo Kubar)







