Balikpapan, KALTIMKU.id — Suasana ceria memenuhi Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan pada Sabtu (12/07/2025). Puluhan anak-anak tampak bersemangat mengikuti Lomba Mewarnai Gratis yang digelar untuk memeriahkan selama musim liburan sekolah.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya perpustakaan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus menumbuhkan kreativitas anak sejak dini. Anak-anak dari berbagai sekolah dasar (SD) datang bersama orang tua mereka dengan membawa perlengkapan mewarnai.
Mereka tampak antusias memilih warna terbaik untuk menghias lembaran kertas gambar yang disediakan panitia pelaksana lomba. Meski berlangsung di tengah hiruk pikuk pengunjung, bahkan ada anak yang menangis keras di gendongan ibunya, namun hal tersebut tak menjadi kendala para peserta lomba.
Naidah Suldi, orang tua dari Fatimah Azzahra — salah satu peserta lomba, mengaku senang bisa mendampingi anaknya mengikuti lomba ini. Menurutnya, kegiatan mewarnai sangat bermanfaat untuk mengasah kreativitas dan motorik anak.
“Untuk mengasah kreativitas anak dalam menggunakan berbagai warna. Sangat bagus sekali karena bisa mengisi liburan anak-anak dengan hal-hal positif,” tutur Naidah Suldi.
Ia pun bercerita bahwa minat Fatimah untuk mewarnai muncul setelah mengikuti workshop sebelumnya. “Awalnya tidak terlalu minat, tetapi setelah ikut workshop kemarin, jadi semangat untuk mencoba ikut lomba,” tambah sang ibu.
Tidak hanya untuk melatih kreativitas, lomba ini juga menjadi sarana bagi anak-anak untuk berani tampil dan berkompetisi dengan sehat. Suasana lomba terlihat ramai namun tetap tertib, dengan para orang tua mendampingi anak-anak mereka dari awal hingga penilaian.
Naidah berharap kegiatan seperti ini terus diadakan rutin dengan ide yang lebih variatif. “Kalau bisa tidak hanya mewarnai, tetapi juga menggambar kaligrafi dan lainnya,” harapnya.
Dengan adanya lomba ini, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan berharap anak-anak semakin betah berkunjung ke perpustakaan dan menjadikan tempat ini bukan hanya sebagai ruang baca, tetapi juga ruang belajar, bermain, dan berkarya.*** (By Ailla Assyura R — peserta Workshop Jurnalistik 2025)