BALIKPAPAN, Kaltimku.id — Operasi Keselamatan Mahakam 2026 kembali digelar selama dua pekan dengan menitikberatkan pada upaya edukasi dan pencegahan guna menjamin keselamatan para pengguna jalan, khususnya pengendara kendaraan bermotor.
Dirlantas Polda Kaltim, Kombes Pol. Ahmad Yanuar Insan, usai upacara Apel di Lapangan Mako Polda Kaltim, Senin, (2/2/3026) menjelaskan, operasi keselamatan sebelumnya dikenal dengan nama Operasi Simpatik. Namun sejak 2018, operasi tersebut berganti nama menjadi Operasi Keselamatan dengan fokus utama pada keselamatan berlalu lintas.
“Kalau dulu sebelum 2018 namanya Operasi Simpatik, sekarang menjadi Operasi Keselamatan. Tujuannya tentu untuk menjamin dan memelihara keselamatan para pengendara kendaraan bermotor,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sasaran operasi meliputi pengendara dan kendaraan. Terhadap pengendara, petugas lebih mengedepankan pendekatan edukatif dibandingkan penindakan hukum.

“Ada tiga kegiatan utama, yaitu pre-emptive, pre-preventive, dan terakhir penegakan hukum. Namun kami tidak mengedepankan penegakan hukum, melainkan mengutamakan edukasi dan pencegahan,” jelasnya.
Beberapa pelanggaran yang menjadi perhatian antara lain pengendara tidak memiliki SIM, melawan arus, tidak menggunakan helm, serta pelanggaran lain yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
“Kalau tidak punya SIM, tentu belum bisa dikatakan mampu atau paham, karena belum teruji,” tegasnya.
Selain menyasar pengendara, Operasi Keselamatan Mahakam 2026 juga difokuskan pada kegiatan ramp check kendaraan angkutan umum di sejumlah titik, seperti rest area dan lokasi strategis lainnya.
“Kita titikberatkan pada ram check terhadap kendaraan angkutan umum, khususnya yang membawa penumpang dalam jumlah banyak, termasuk taksi-taksi gelap,” katanya.
Ia menegaskan bahwa taksi gelap menjadi perhatian khusus karena merupakan kendaraan pribadi yang tidak memiliki spesifikasi sebagai angkutan umum.
Persiapan operasi, lanjutnya, telah dilakukan melalui rapat koordinasi lintas instansi, termasuk dengan BPTD dan stakeholder terkait, serta pelatihan praoperasi (Latpraops) kepada seluruh personel.
“Latpraops sudah dilaksanakan hari Jumat kemarin. Di situ kita sampaikan apa saja yang harus dilakukan dan bagaimana tindakan-tindakan di lapangan,” ujarnya.
Untuk Operasi Keselamatan Mahakam 2026, sebanyak 101 personel dari Polda Kaltim dikerahkan, belum termasuk jajaran polres.
“Jumlah personel secara keseluruhan 101 dari Polda Kaltim saja, ini belum termasuk polres jajaran,” jelasnya.
Ia memastikan kegiatan ramp check akan terus dilaksanakan sesuai ketentuan teknis dan melibatkan tenaga ahli.
“Ram check ini membutuhkan spesifikasi teknis, jadi harus didampingi teknisi. Kita kolaborasi bersama,” katanya.
Apabila ditemukan pelanggaran, penindakan akan dilakukan secara bertahap, mulai dari teguran hingga penilangan atau pemanggilan pemilik kendaraan maupun perusahaan.
“Kita lakukan secara bertahap, mulai dari teguran, sampai penindakan jika memang diperlukan,” tegasnya.
Ia berharap melalui Operasi Keselamatan Mahakam 2026, kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas dapat terus ditumbuhkan sebelum memasuki operasi-operasi berikutnya.
“Ini sebagai warning. Ke depan akan ada Operasi Ketupat dan Operasi Patuh. Sekarang kita tumbuhkan dulu kesadaran masyarakat melalui Operasi Keselamatan,” pungkasnya.*







