Kaltimku.id, BARABAI – Pemkab HST terus berupaya membekali SDM (sumber daya manusia) pendidik dan tenaga kependidikan agar melek teknologi. Kali ini, melalui pelatihan “Gemini Academy” atau AI (Artificial Intellegence) di Aula Hotel Darul Istiqamah, Barabai, Selasa (3/2/2026).
Pelatihan AI ini digelar Disdik HST. Dibuka langsung oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) HST, H Muhammad Yani, agenda pelatihan itu diikuti 207 dari 405 perserta yang lolos seleksi. Terdiri jajaran Disdik sendiri, pengawas sekolah, dan para guru dari berbagai jenjang pendidikan.
“Pelatihan ini merupakan upaya nyata pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas guru. Mulai dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga menengah,” ujar Sekkab Yani sesaat sebelum membuka kegiatan tersebut.
Ia menyebut, Kabupaten HST (Hulu Sungai Tengah), Provinsi Kalsel, saat ini berada pada posisi nomor 2 di Kalimantan dalam pengembangan kapasitas guru. Sedang posisi nomor satunya Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) di Provinsi Kaltim.
Lantaran itu, Sekkab Yani menyebut, pelatihan AI bagi para tenaga pendidik di Bumi Murakata ini memiliki nilai strategis. Sebab, didukung langsung oleh Google for Education dengan sertifikasi internasional yang kualitasnya tidak diragukan.
“Ini levelnya tinggi dan diakui secara global. Pemkab HST siap mencetak sebanyak-banyaknya guru bersertifikat, agar pendidik kita mampu beraktivitas dan bersaing di level nasional hingga internasional, sejalan dengan visi pembangunan pendidikan di HST,” tegasnya.
Kepada semua peserta, Sekkab pun berharap agar mengikuti pelatihan dengan baik, minimal 75 — 80 persen dapat lulus sertifikasi. Sedang yang belum lulus, akan terus dilakukan pendampingan dan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan.
Lantas Kepala Disdik HST, H Muhammad Anhar menyebut begini. Pelatihan ini merupakan kerja sama Disdik HST dengan REFO, Websis for Edu, dan Google for Education. Tujuannya agar para pendidik memiliki pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan AI secara aman, etis, dan bertanggung jawab.
“Selain meningkatkan kompetensi, pelatihan ini juga diharapkan mampu membantu optimalisasi tugas administrasi di satuan pendidikan, mendorong kreativitas dan produktivitas guru, serta menumbuhkan kesadaran untuk bijak menggunakan teknologi AI,” ujar Anhar.
Pelatihan AI ini didampingi langsung oleh coach (pelatih) dari Google for Education, Christophorus Ardi Nugraha dan Theofilus Yosafat, serta Leonivira Gunawan sebagai tim dokumentasi. Kegiatan ini pun melibatkan 10 fasilitator daerah yang menjadi peserta terbaik Gemini Academy tahun 2025.* (JJD)







