Ringkasan Berita:
- Pemkab Kutai Barat menyambut tawaran kerja sama pendidikan pilot dari PT Proflight Indonesia.
- Program pendidikan dasar pilot ini akan berlangsung selama 18 bulan dan ditujukan untuk lulusan SMA.
- Pemerintah daerah akan membahas lebih lanjut skema kerja sama, termasuk dukungan pendanaan yang diperlukan.
SENDAWAR — Kaltimku.id — Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menyambut baik tawaran kerja sama pendidikan pilot yang diajukan PT Proflight Indonesia. Program ini dinilai menjadi peluang emas bagi generasi muda daerah untuk meniti karier di dunia penerbangan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Tawaran tersebut disampaikan langsung dalam kunjungan kerja perwakilan PT Proflight Indonesia yang dipimpin Capt. Juliawan K. kepada Bupati Kubar, Frederick Edwin, di ruang kerjanya pada Selasa (9/6/2026). Pertemuan itu juga dihadiri Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kubar Rita Nursandy dan Kepala Kantor UPBU Kelas III Melalan, Bernard R. Purba.
Dalam pemaparannya, PT Proflight Indonesia menjelaskan bahwa pendidikan dasar untuk menjadi pilot akan berlangsung selama 18 bulan. Setelah lulus, peserta akan mendapat pendampingan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya hingga memenuhi kualifikasi sebagai pilot maskapai penerbangan nasional.
Selain membuka jalan menjadi pilot komersial, lulusan program ini juga bisa mengoperasikan pesawat ringan untuk berbagai kebutuhan daerah, seperti pemantauan sungai, patroli hutan, dan kegiatan operasional lainnya.
Bupati Frederick Edwin menyatakan program ini adalah kesempatan yang sangat baik. Ia berharap ada putra-putri daerah yang bisa memanfaatkannya.
“Harapannya memang ada satu atau dua putra daerah yang bisa mengikuti pendidikan ini. Tentu tetap ada standar yang harus dipenuhi, baik dari sisi kemampuan maupun kondisi fisik, karena profesi pilot memiliki persyaratan khusus,” ujar Frederick.
Sementara itu, Plt Kepala Dishub Kubar, Rita Nursandy, mengatakan pemerintah akan membahas lebih lanjut peluang kerja sama ini, termasuk soal dukungan pendanaan. Pembahasan akan melibatkan tim anggaran agar program dapat dikaji secara menyeluruh.
Pemkab Kubar juga mempertimbangkan pengembangan pendidikan penerbangan di daerah pada masa depan. Salah satunya dengan memanfaatkan rute yang sudah ada, seperti Balikpapan–Samarinda–Melak, untuk mendukung praktik penerbangan sekaligus memperkuat konektivitas udara di Kutai Barat. (ADV/Diskominfo Kubar)







