Pemkab Kubar Luncurkan Call Center 112, Satu Nomor untuk Semua Keadaan Darurat

Pemkab Kubar Luncurkan Call Center 112, Satu Nomor untuk Semua Keadaan Darurat

Ringkasan Berita:

  • Pemkab Kutai Barat resmi meluncurkan Call Center 112 sebagai nomor tunggal layanan darurat.
  • Layanan ini beroperasi 24 jam dan terintegrasi dengan BPBD, Damkar, rumah sakit, dan instansi lainnya.
  • Bupati mengimbau warga menggunakan layanan secara bijak dan tidak melakukan panggilan iseng.

SENDAWAR, Kaltimku.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat resmi meluncurkan layanan Call Center 112 sebagai nomor tunggal bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat. Layanan yang beroperasi 24 jam ini diresmikan di Aula Diskominfo Kutai Barat pada Kamis (13/8/2026), bertujuan mempercepat respons penanganan laporan warga.

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin mengatakan, kehadiran layanan ini adalah langkah nyata pemerintah untuk menyediakan pelayanan publik yang cepat, tanggap, dan mudah diakses, terutama dalam situasi genting.

Bacaan Lainnya

Satu Pintu untuk Semua Laporan Darurat

Menurut Frederick, Call Center 112 dirancang agar warga tidak lagi kebingungan harus menghubungi siapa saat menghadapi kondisi darurat.

“Saya tegaskan, 112 bukan sekadar nomor telepon, tetapi merupakan satu pintu akses masyarakat untuk mendapatkan pertolongan. Dalam keadaan darurat, masyarakat tidak seharusnya dipusingkan dengan pertanyaan ‘ini kewenangan siapa?’ Pemerintah harus hadir sebagai satu kesatuan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pihak terkait untuk memastikan koordinasi berjalan baik, dari standar operasional (SOP) hingga kesiapan personel di lapangan.

“Saya minta seluruh pihak memastikan koordinasi yang jelas, SOP yang baik, personel yang siap, serta respons yang cepat dan tepat. Jangan sampai kemudahan menghubungi 112 tidak diikuti dengan kecepatan penanganan di lapangan,” ujar Frederick.

Ia juga menegaskan bahwa layanan ini adalah milik bersama Pemkab Kutai Barat, bukan program satu dinas saja.

Kepada masyarakat, Bupati mengimbau agar layanan ini dimanfaatkan secara bijak. Ia mengingatkan bahwa panggilan palsu atau iseng dapat menghambat penanganan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan pertolongan.

Koordinasi Lintas Sektor dan Tantangan Awal

Secara teknis, layanan panggilan darurat ini dikoordinasikan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dengan dukungan vendor PT Jasnita Telekomindo. Pelaksana BPBD Kutai Barat, Yudianto Rihartono, menjelaskan kolaborasi ini menggantikan sistem lama di instansinya yang masih mengandalkan nomor WhatsApp.

Saat ini, sejumlah instansi telah terhubung dengan sistem 112, antara lain Satpol PP, Pemadam Kebakaran, Dinas Sosial, layanan perlindungan perempuan dan anak, serta beberapa rumah sakit seperti HIS, Santa Familia, dan Mangku Jaya.

Yudianto menambahkan, layanan ini sudah melalui masa uji coba. Meski demikian, masih ditemukan tantangan seperti adanya panggilan iseng.

“Kami sudah trial beberapa hari ini meskipun banyak yang melakukan panggilan prank tapi kita terus mengimprovisasi dalam pelayanan. Layanan ini diharapkan dapat optimal apalagi saat ini sedang banyak terjadi karhutla sehingga laporan masyarakat bisa cepat disampaikan,” katanya. (ADV/Diskominfo Kubar)

Pos terkait