Perkuat Ekonomi Kampung, Pemkab Kubar Gandeng Bankaltimtara Kembangkan 21 BUMDes

Perkuat Ekonomi Kampung, Pemkab Kubar Gandeng Bankaltimtara Kembangkan 21 BUMDes

Ringkasan Berita:

  • Pemkab Kutai Barat dan Bankaltimtara meneken kerja sama untuk memperkuat ekonomi kampung.
  • Sebanyak 21 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari Kutai Barat dilibatkan dalam program ini.
  • Kerja sama ini bertujuan mendorong digitalisasi transaksi dan memperluas akses perbankan di desa.

SAMARINDA, Kaltimku.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Pemkab Kubar) resmi menggandeng PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bankaltimtara) untuk memperkuat ekonomi kampung. Kemitraan ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Pendopo Odah Etam, Samarinda, pada Rabu (12/8/2026).

Perjanjian ini merupakan bagian dari program Sinergi Pengembangan Ekosistem Desa yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Dalam acara tersebut, Pemkab Kutai Barat diwakili oleh Plt. Kepala DPMK Erlinsiana, sedangkan pihak Bankaltimtara diwakili Kepala Cabang Sendawar, Sayid Mohammad Hasan.

Bacaan Lainnya

Mewakili Gubernur Kaltim, Asisten II Setda Provinsi Kaltim, Ujang Rachmad menyebut kerja sama ini adalah langkah strategis. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, perbankan, BUMDes, dan dunia usaha sangat penting untuk pembangunan desa.

Sekretaris Daerah Kutai Barat, Erik Victory, menyambut baik kolaborasi ini. Ia melihatnya sebagai peluang untuk mengoptimalkan potensi BUMDes dan membuka akses layanan keuangan yang lebih luas bagi masyarakat.

“Melalui kolaborasi, inovasi dan optimalisasi potensi lokal, kita berharap ekonomi kampung di Kutai Barat semakin berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Erik.

Kepala DPMPD Provinsi Kaltim, Siti Sugiyanti, menjelaskan bahwa program ini diikuti oleh 180 BUMDes dari berbagai kabupaten/kota di Kaltim. Khusus untuk Kutai Barat, ada 21 BUMDes yang akan bergabung dalam kemitraan tersebut.

Tujuan utama dari kerja sama ini adalah mendorong BUMDes agar mampu berkembang secara profesional, inovatif, dan produktif. Selain itu, program ini juga akan fokus pada beberapa hal, seperti: Meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di tingkat desa, mendorong digitalisasi transaksi untuk mempermudah aktivitas ekonomi, serta memperluas kemitraan dan akses pasar bagi produk serta layanan yang dikelola BUMDes.

Dengan langkah-langkah tersebut, BUMDes di Kutai Barat diharapkan bisa menjadi lebih mandiri dan mampu memberikan nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian kampung. (ADV/Diskominfo Kubar)

Pos terkait