Puncak Kemarau, BPBD Kubar Ingatkan Warga soal Ancaman Karhutla

Puncak Kemarau, BPBD Kubar Ingatkan Warga soal Ancaman Karhutla

Ringkasan Berita:

  • BPBD Kutai Barat meminta warga waspada karhutla karena puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus-September.
  • Warga yang membuka lahan dengan api diimbau membuat sekat bakar minimal 3 meter dan tidak membakar lebih dari 3 hektare sekaligus.
  • Masyarakat diminta segera melapor jika melihat asap atau tanda kebakaran agar api tidak meluas.

SENDAWAR, Kaltimku.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Barat (Kubar) meminta masyarakat tidak lengah terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring masuknya periode puncak musim kemarau.

Kewaspadaan ini terutama ditujukan pada aktivitas yang dapat memicu api, salah satunya pembukaan lahan yang masih banyak dilakukan warga menggunakan metode pembakaran.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kubar, Bambang Pramudito, mengatakan penggunaan api untuk membuka lahan harus dilakukan secara terkendali. Ia mengingatkan warga untuk memastikan api tidak keluar dari area yang dibakar dan tidak ditinggalkan begitu saja.

“Pembakaran dilakukan dengan sekat bakar, minimal tiga meter, agar api tidak merambat ke area lain,” ujar Bambang, Sabtu (15/8/2026).

Aturan Membuka Lahan dan Sumber Api Lainnya

Selain membuat sekat bakar, BPBD Kubar juga menganjurkan pembukaan lahan dilakukan secara bertahap. Luas area yang dibakar dalam satu waktu diminta tidak melebihi tiga hektare agar api lebih mudah diawasi dan dikendalikan.

Masyarakat juga diminta memastikan seluruh bara dan sisa pembakaran telah benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi. Menurut BPBD, kondisi kemarau membuat material kering sangat mudah terbakar, sehingga api bisa kembali menyala tanpa disadari.

Ancaman api tidak hanya datang dari aktivitas pembukaan lahan. Puntung rokok yang dibuang sembarangan juga menjadi perhatian, khususnya di kawasan yang banyak ditumbuhi ilalang, pakis, atau vegetasi kering lainnya.

Antisipasi BPBD dan Peran Masyarakat

Untuk mengantisipasi kebakaran, BPBD Kubar terus melakukan pemantauan dan patroli sebagai langkah deteksi dini. Namun, peran serta masyarakat dianggap sangat vital untuk mengenali kemunculan titik api lebih cepat.

Bambang meminta warga yang menemukan tanda-tanda kebakaran untuk segera melapor kepada petugas. Menurutnya, laporan sejak awal dapat mempercepat penanganan sebelum api membesar.

“Kalau ada asap atau tanda-tanda kebakaran, segera laporkan. Jangan sampai api kecil dibiarkan kemudian menjadi kebakaran besar,” pesannya.

Kewaspadaan ini menjadi semakin penting karena puncak musim kemarau di Kubar diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026. Bambang menegaskan, pencegahan karhutla adalah tanggung jawab bersama.

“Kesadaran masyarakat sangat penting. Kita berharap tidak terjadi karhutla, tetapi kewaspadaan tetap harus ditingkatkan karena sekarang memasuki musim kemarau dan juga musim pembukaan lahan,” pungkasnya. (ADV/Diskominfo Kubar)

Pos terkait