Sensus Ekonomi 2026 Kutai Barat Dimulai, Bupati Dorong Budaya Sadar Data

Sensus Ekonomi 2026 Kutai Barat Dimulai, 158 Petugas Sasar Usaha Online

Ringkasan Berita:

  • Pemkab dan BPS Kutai Barat resmi memulai Sensus Ekonomi 2026 untuk mendata seluruh kegiatan usaha.
  • Pendataan lapangan berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan melibatkan 158 petugas.
  • Hasil sensus akan menjadi dasar penyusunan kebijakan ekonomi, termasuk untuk UMKM dan usaha digital.

SENDAWAR — Kaltimku.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat bersama Badan Pusat Statistik (BPS) tengah menggelar Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 158 petugas dikerahkan untuk melakukan pendataan lapangan ke seluruh pelaku usaha di wilayah tersebut, yang berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Kegiatan strategis ini sebelumnya telah dicanangkan secara resmi dalam sebuah acara di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Barong Tongkok, pada Jumat (12/6/2026). Peluncuran ini dihadiri oleh Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Wakil Bupati Nanang Adriani, unsur Forkopimda, serta perwakilan dunia usaha dan perbankan.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Bupati Frederick Edwin menyampaikan apresiasi kepada BPS Kutai Barat dan menekankan bahwa sensus ini krusial untuk memetakan kondisi perekonomian secara menyeluruh. Menurutnya, data yang akurat sangat dibutuhkan di tengah perkembangan ekonomi yang dinamis, seperti kemajuan teknologi digital dan pertumbuhan ekonomi kreatif.

Bupati menjelaskan, saat ini model bisnis telah banyak berubah. Banyak usaha tidak lagi hanya berupa toko fisik atau industri konvensional, tetapi juga tumbuh dari rumah, media sosial, dan marketplace.

“Pemerintah membutuhkan data yang akurat untuk memahami perubahan tersebut secara tepat,” ujar Frederick Edwin.

Ia menegaskan, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi fondasi untuk menyusun berbagai program pembangunan, mulai dari pemberdayaan UMKM, peningkatan iklim investasi, hingga penciptaan lapangan kerja. Karena itu, ia mengajak seluruh pelaku usaha untuk bekerja sama dengan memberikan informasi yang benar dan jujur kepada petugas sensus.

“Setiap data yang dihimpun akan menjadi pijakan dalam merancang pembangunan ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat,” katanya.

Kepala BPS Kabupaten Kutai Barat, Lutfi Muta’ali, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bertujuan untuk menyediakan data dasar dari seluruh kegiatan usaha yang ada di wilayah Kutai Barat. Data ini akan menjadi basis data ekonomi yang lebih lengkap, modern, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Pelaksanaan sensus ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya pembangunan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, serta berkelanjutan demi Kutai Barat yang lebih sejahtera. (ADV/Diskominfo Kubar)

Pos terkait