Banjir Besar dari Meratus di HST Rusakkan Jalan dan Jembatan, 2 Rumah Hilang dan 6 Rusak Berat

Kaltimku.id, BARABAI — Bencana banjir di HST sebagai akibat hujan besar dari kawasan Meratus Kamis lalu (16/3/2023), merusakkan jalan, jembatan dan fasilitas umum lainnya. Tak ada korban jiwa, dan kerugiannya masih dihitung oleh SKPD terkait.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) HST, Muhammad Yani, tidak menampik adanya dampak yang ditimbulkan pasca banjir. Namun, Pak Yani — sapaan karib Sekkab HST — belum menyebut data teknis kerusakannya.

Bacaan Lainnya

“Silakan Pian hubungi Kalak BPBD HST, Pak Budi (maksudnya H Budi Haryanto — Red),” jawab Pak Yani melalui pesan singkat kepada awak media ini, Senin pagi, 20 Maret 2023.

Desa Kindingan, Hantakan pasca banjir

Bagaimana Pak Budi? Budi Haryanto pun mengiyakan. Dia menyebut, ada lima kecamatan di HST (Hulu Sungai Tengah) yang terdampak banjir, 17 desa dan kelurahan, termasuk satu desa terdapat tanah longsor.

“Jumlah rumah terdampak 2.333 buah, 2.792 KK (7.663 jiwa). Dari situ, 2 rumah hilang, 6 rusak berat dan 21 lainnya rusak ringan,” urai Budi seperti dikutip dari update banjir per 20 Maret 2023 pukul 08.00 WITA.

Selain itu, beberapa ruas jalan rusak dan satu jembatan putus. Itu pun belum termasuk 21 buah tempat ibadah, 17 sekolah, dan 7 kantor pelayanan umum, yang tak luput dari genangan banjir.

Berapa prakiraan kerugiannya? “Untuk kerusakan kerugian sesuai arahan, SKPD masing masing yang menghitung sesuai tupoksinya,” jawab Kalak BPBD HST itu tanpa merinci lokasi rumah warga yang hilang dan rusak, termasuk lima kecamatan yang diterjang tumpahan air bah besar dari Meratus itu.

Bupati Aulia menyerahkan bingkisan

Lima wilayah kecamatan di HST yang dilanda banjir diketahui Hantakan sendiri, Batu Benawa, Haruyan, Barabai dan Pandawan. Sedang kerusakan berupa infrastruktur jalan dan jembatan, fasilitas umum dan rumah warga itu ada di Hantakan dan sekitar.

Kenapa? “Banjir di Hantakan hari itu cukup tinggi. Arus airnya juga sangat deras, Pak, sehingga menimbulkan kerusakan di sana sini seperti di Desa Kindingan, Hantakan,” ucap Acil Alan, salah satu guru SD kepada awak media ini.

Setahu dia, di Kindingan sendiri tiga dari empat SD tak luput dari terjangan banjir. Belum lagi perumahan penduduk yang terdampak, fasilitas umum, dan ruas jalan dan jembatan ke arah Batu Panggung sampai ke perbatasan Muara Hatip, Loksado, HSS.

Terjangan banjir berair sangat keruh itu membuat meja kursi di sekolah berantakan. Jaringan internet pun sempat ngadat, listrik padam, dan warga mengalami kerusakan TV, mesin cuci, puluhan motor terendam, dan ada satu mobil yang sempat hanyut.

Itu dampak di Desa Kindingan saja. Belum lagi di desa lainnya seperti di Desa Bulayak, Pasar Hantakan, dan Tilaha. Di desa terakhir ini disebut banyak rumah warga yang rusak dan hanyut tergerus banjir.

Terkait banjir besar ini, Bupati HST sendiri, H Aulia Oktafiandi, tak tinggal diam. Di sela sela kesibukannya, Bupati Aulia turun meninjau lokasi bencana, Ahad (19/3/2023), dengan ditemani sejumlah Kepala SKPD terkait.

Di lokasi bencana, baik di wilayah Hantakan mau pun di Masiraan, Pandawan, yang masih ada rendaman banjir, Bupati Alulia tak hanya sekadar bincang bincang saja. Tapi, ia sempat pula menyerahkan bingkisan kepada sejumlah korban.

“Saya harap warga bisa sabar dan tabah menerima cobaan ini. Semua infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak akan kita perbaiki tahun ini. Begitu pula rumah warga yang hanyut dan rusak akan kita perbaiki,” ujar Bupati Aulia seperti dikutip dari profil akun messenger miliknya, Ahad malam.*

Jurnalis: JJD

Pos terkait