BALIKPAPAN, Kaltimku.id — Suasana penuh rasa ingin tahu mewarnai Markas Komando Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Timur, Jumat (18/9/2026). Puluhan siswa-siswi MTs Ibnu Umar Balikpapan hadir bukan sekadar berkunjung — mereka datang untuk belajar langsung menjaga alam sekaligus memahami tugas mulia penyelamatan di perairan!
Kegiatan ini membuka wawasan ganda bagi para pelajar: mengenal kekayaan alam pesisir sekaligus melihat perangkat kesiapsiagaan yang digunakan personel dalam menjaga keselamatan warga.
Di bagian edukasi lingkungan, personel Subdit Patroli mengajak para siswa memahami betapa vitalnya hutan mangrove. Bukan sekadar pepohonan di tepi air — bakau adalah benteng alami penahan abrasi, tempat hidup beragam biota laut, hingga penyeimbang iklim yang tak tergantikan.
“Mangrove adalah nyawa wilayah pesisir. Karena itu, pemahaman untuk merawatnya harus ditanam sejak dini, agar kalianlah yang akan menjaganya kelak,” ujar personel Ditpolairud saat menyampaikan materi.
Tak hanya soal alam, para siswa pun diajak mengenal peralatan Search and Rescue (SAR) yang menjadi andalan dalam operasi pencarian dan pertolongan. Mulai dari fungsi tiap perangkat, cara pengoperasian, hingga betapa pentingnya ketepatan serta kesiapsiagaan saat bertindak di situasi darurat — semua dijelaskan secara dekat dan mudah dipahami.
“Kami ingin para siswa tahu: tugas kami bukan sekadar menjaga keamanan, tapi juga siap menolong kapan pun dibutuhkan. Semoga ini memberi gambaran nyata tentang keselamatan di perairan,” jelasnya.
Suasana berlangsung interaktif — para siswa tak hanya mendengar, tapi melihat langsung peralatan tersebut, bertanya dengan antusias, dan menyadari betapa pentingnya kesadaran keselamatan saat berada di lingkungan perairan.
Kegiatan ini menjadi bagian nyata upaya Ditpolairud Polda Kaltim mendekatkan diri kepada generasi muda: menanamkan kepedulian lingkungan sekaligus pemahaman akan keselamatan dan kesiapsiagaan. Harapannya, wawasan yang didapat tak sekadar menjadi pengetahuan, melainkan tumbuh menjadi sikap peduli dan tanggung jawab.
Seluruh rangkaian kunjungan belajar berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat.***







