Mantan Wakapolda Kaltim Tegaskan: Artindo 31 Bentuk Pertahanan Ganda Cegah Api Meluas

Mantan Wakapolda Kaltim Tegaskan Artindo 31 Bentuk Pertahanan Ganda Cegah Api Meluas

BALIKPAPAN, Kaltimku.id — Polda Kalimantan Timur memperkenalkan keunggulan teknologi Artindo 31, perangkat canggih yang tak hanya memadamkan api, tetapi sekaligus membentuk benteng pencegahan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak kembali meluas.

Teknologi unggulan ini dipaparkan langsung oleh Irjen Pol Dr. M. Sabilul Alif — mantan Wakapolda Kaltim yang kini menjabat Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri — seusai Focus Group Discussion (FGD) Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) Peserta Didik Sespimti Polri Dikreg ke-36 di Gedung Mahakam Markas Komando Polda Kaltim, Senin (14/9/2026).

Bacaan Lainnya

“FGD ini sengaja kami hadirkan tokoh masyarakat, pengambil keputusan, pemangku kepentingan, hingga akademisi — termasuk dari Universitas Balikpapan dan Universitas Mulawarman — agar kami mendapat gambaran utuh soal karhutla dan penanganannya,” ujar Sabilul.

Selain diskusi mendalam, para peserta disuguhi peragaan langsung penggunaan Artindo 31 oleh personel Brimob. Perangkat ini sejatinya sudah dimiliki Polri sejak 2022, namun baru kini diperkenalkan secara lebih luas sebagai solusi terpadu.

Sabilul menjelaskan, keunggulan Artindo 31 terletak pada fungsinya yang menyeluruh. Alat ini bukan sekadar memadamkan api — ia mampu membentuk fire break atau benteng penahan laju api, sekaligus melakukan penetrasi pendinginan ke area yang telah terbakar.

“Artindo 31 bukan sekadar pemadam biasa. Ia sekaligus membuat kanalisasi penahan api dan mendinginkan tanah agar tidak kembali menyala. Jadi fungsinya ganda: cegah sekaligus tangani,” tegasnya.

Teknologi ini dinilai sangat penting diketahui para peserta, mengingat sebagian besar merupakan mantan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) yang nanti akan kembali bertugas di wilayah-wilayah rawan kebakaran.

“Peserta Sespimti mungkin belum sempat memahami alat ini secara mendalam. Padahal Polda Kaltim sudah memilikinya. Ke depannya, teknologi ini bisa menjadi andalan di daerah masing-masing,” harapnya.

Pengalaman dan wawasan yang diperoleh selama kegiatan ini diharapkan menjadi bekal nyata bagi para peserta saat kembali memimpin di lapangan — siap menjawab tantangan karhutla dengan langkah yang lebih cepat, tepat, dan terukur.

“Tujuannya satu: agar setiap kali menghadapi karhutla, mereka tahu apa yang harus dilakukan, alat apa yang digunakan, dan bagaimana mencegahnya berulang,” pungkas Sabilul.***

Pos terkait