Polresta Samarinda secara resmi mengeluarkan imbauan tegas kepada kelompok suporter Viking dan Bobotoh untuk tidak hadir langsung di Stadion Segiri, Samarinda, pada pertandingan lanjutan BRI Liga 1. Keputusan krusial ini diambil sebagai langkah preventif yang proaktif dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban umum, baik selama maupun setelah jalannya pertandingan. Imbauan ini juga merupakan bentuk implementasi ketat dari regulasi kompetisi sepak bola Indonesia yang secara eksplisit melarang kehadiran suporter tim tamu di stadion, demi tercapainya suasana pertandingan yang kondusif dan aman bagi semua pihak.
Dalam rilis pernyataan yang disampaikan, pihak Kepolisian Resor Kota Samarinda menekankan betapa vitalnya menjaga kondusivitas wilayah, terutama di sekitar area stadion dan seluruh penjuru kota Samarinda. Imbauan ini bukan sekadar formalitas, melainkan merupakan bagian integral dari upaya sistematis untuk memitigasi potensi gesekan antar suporter dan mencegah insiden yang tidak diinginkan. Insiden semacam itu seringkali dapat mengganggu kelancaran jalannya pertandingan, meresahkan masyarakat sekitar, dan bahkan merusak infrastruktur publik.
“Kepada seluruh suporter Viking dan Bobotoh, kami mengimbau dengan sangat dan tegas untuk tidak hadir ke Stadion Segiri, Samarinda,” demikian bunyi pernyataan resmi dari Polresta Samarinda yang telah disebarluaskan kepada publik. Penekanan pada larangan ini menunjukkan keseriusan dan komitmen pihak kepolisian dalam memastikan setiap pertandingan sepak bola di wilayah hukumnya dapat berjalan dengan aman, lancar, dan tanpa dibayangi kekhawatiran akan kerusuhan atau masalah keamanan lainnya yang berpotensi timbul.
Regulasi mengenai larangan kehadiran suporter tim tamu merupakan salah satu poin fundamental yang telah digarisbawahi dan diterapkan oleh federasi sepak bola nasional, PSSI, serta operator liga, PT Liga Indonesia Baru (LIB), khususnya pasca-tragedi memilukan di Kanjuruhan. Aturan ini dirancang khusus dengan tujuan utama untuk meminimalisir risiko terjadinya bentrokan fisik antar kelompok suporter, yang kerap menjadi pemicu utama kericuhan, baik di dalam stadion maupun di area-area sekitar pertandingan. Dengan tidak adanya suporter tim tamu, diharapkan fokus utama penyelenggaraan pertandingan dapat sepenuhnya tercurah pada jalannya laga sepak bola yang fair play, serta secara simultan memastikan keselamatan bagi suporter tuan rumah, para pemain, ofisial, dan seluruh pihak yang terlibat dalam acara tersebut.
Kapolresta Samarinda, atau perwakilan resmi yang ditunjuk, secara konsisten menyampaikan bahwa keamanan dan keselamatan publik adalah prioritas utama dan tidak dapat ditawar. Untuk itu, penjagaan keamanan yang ekstra ketat akan diberlakukan di berbagai titik strategis menuju Stadion Segiri guna memastikan imbauan ini dipatuhi sepenuhnya. Aparat keamanan akan melaksanakan prosedur penyaringan yang cermat dan tidak segan untuk melakukan penindakan tegas sesuai hukum yang berlaku jika ditemukan adanya suporter yang nekat melanggar aturan yang telah ditetapkan ini. Langkah proaktif ini diambil semata-mata demi kebaikan bersama, untuk menjaga nama baik kota, dan untuk masa depan sepak bola Indonesia yang lebih aman, damai, dan beradab.
Lebih lanjut, pihak kepolisian juga secara persuasif mengajak seluruh pecinta sepak bola, khususnya suporter dari kedua tim yang akan bertanding, untuk menunjukkan tingkat kedewasaan dan kebijaksanaan dalam mendukung tim kebanggaan mereka. Mendukung dengan cara yang tertib, aman, dan senantiasa menghormati aturan yang berlaku adalah esensi sejati dari sportivitas dan semangat fair play. Sebagai alternatif yang bijak dan aman, para suporter dapat menyaksikan pertandingan melalui siaran televisi resmi yang menyediakan tayangan langsung, atau dengan berpartisipasi dalam acara nonton bareng (nobar) yang diselenggarakan di lokasi-lokasi yang telah ditentukan dan mendapatkan izin resmi.
Imbauan ini juga merupakan refleksi kuat dari komitmen Polresta Samarinda dalam mendukung upaya nasional yang lebih luas untuk menciptakan iklim sepak bola yang semakin positif dan konstruktif. Dengan secara konsisten menjamin bahwa setiap pertandingan dapat berlangsung tanpa insiden keamanan yang berarti, citra sepak bola Indonesia di mata dunia internasional pun dapat terus meningkat dan menjadi lebih baik. Ini adalah sebuah tanggung jawab kolektif yang harus diemban bersama, bukan hanya oleh aparat keamanan dan penyelenggara, tetapi juga oleh seluruh elemen suporter, klub, dan masyarakat umum.
Perlu dipahami bahwa dampak dari kehadiran suporter tim tamu di tengah larangan regulasi seringkali berujung pada konsekuensi serius, seperti denda finansial yang signifikan bagi klub yang bersangkutan, hingga sanksi yang lebih berat seperti pertandingan tanpa penonton. Oleh karena itu, ketaatan terhadap imbauan ini sesungguhnya adalah bentuk dukungan nyata yang paling efektif terhadap klub kebanggaan, agar mereka dapat terhindar dari sanksi-sanksi yang merugikan baik secara finansial maupun reputasi. Mendukung dengan hati yang tulus dan tetap mematuhi setiap aturan yang berlaku adalah cara terbaik untuk menunjukkan loyalitas sejati seorang suporter.
Masa depan sepak bola Indonesia yang aman, kondusif, dan menjunjung tinggi sportivitas sangat bergantung pada kolaborasi dan kerjasama yang erat dari semua pihak terkait, mulai dari penyelenggara kompetisi, aparat keamanan, manajemen klub, hingga seluruh lapisan suporter. Keputusan yang diambil oleh Polresta Samarinda ini adalah bagian integral dari sebuah ekosistem yang sedang berbenah dan bergerak maju menuju standar keamanan serta kenyamanan yang lebih optimal. Mari bersama-sama menciptakan atmosfer sepak bola yang positif dan inspiratif, di mana semangat persaingan yang intens di lapangan tidak pernah bergeser menjadi konflik atau permusuhan di tribun penonton atau di jalanan. Stadion Segiri, pada laga mendatang, diharapkan dapat menjadi saksi bisu sebuah pertandingan yang sportif dan damai, jauh dari segala bentuk kekerasan atau kericuhan suporter.
Pesan dari pihak berwenang sangatlah jelas dan lugas: bentuk dukungan terbaik adalah dukungan yang tidak membahayakan diri sendiri, tidak menimbulkan ancaman bagi orang lain, serta tidak mencoreng nama baik klub kebanggaan dan integritas kompetisi. Semoga imbauan ini dapat dipahami dengan baik dan dilaksanakan secara bertanggung jawab oleh seluruh suporter Viking dan Bobotoh, serta dapat menjadi contoh teladan yang baik bagi komunitas suporter lainnya di seluruh pelosok Indonesia.






