BALIKPAPAN, Kaltimku.id – Munculnya gelagat maraknya kasus pencurian memicu kesadaran tinggi warga untuk bergerak! Warga RT 65 Gunung Polisi Kelurahan Muara Rapak, bersatu dengan tetangga dari RT 56 serta RT 57 Kelurahan Baru Ilir, menggelar pertemuan urun rembuk khusus bahas keamanan lingkungan, Minggu (2/8/2026). Pertemuan akrab ini berlangsung di kediaman Edy Yudhohandana dan menjadi bukti nyata kepedulian warga dalam menjaga hunian mereka tetap aman dan tenteram.
Hadir memandu diskusi sekaligus memberi arahan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Muara Rapak, Suprapto, S.H., bersama sejumlah tokoh dan warga yang antusias menyuarakan keprihatinan sekaligus mencari solusi nyata.
Edy Yudhohandana selaku penggagas kegiatan menegaskan, keamanan tak boleh hanya diserahkan sepenuhnya ke pundak aparat. “Kami inisiatifkan ini karena melihat maraknya pencurian belakangan ini. Keamanan butuh tangan bersama. Lewat pertemuan ini, kita cari jalan keluar dan tingkatkan kewaspadaan antar tetangga,” ujar Edy tegas. Ia berharap kedepannya warga makin sigap saling memberi kabar jika melihat gerak-gerik mencurigakan di sekitar.
Menanggapi hal itu, Bhabinkamtibmas Suprapto memberikan wawasan tajam kepada warga: “Kejahatan itu muncul karena dua hal: niat pelaku dan kesempatan yang kita berikan saat lengah. Saat pengawasan lemah, celah bagi pencuri makin terbuka lebar!”
Ia pun mengimbau langkah nyata: pastikan rumah terkunci rapat saat ditinggal, kendaraan tak dibiarkan terbuka, dan waspada terhadap orang asing yang tak dikenal berkeliling di lingkungan. Tak hanya soal pencurian, Suprapto juga menekankan bahaya narkoba yang bisa menggerogoti generasi muda, serta pentingnya peran keluarga dan tetangga untuk saling menjauhkan dampak buruk tersebut.
“Kamtibmas adalah urusan kita semua! Jika kita saling peduli, saling jaga dan cepat berkoordinasi dengan aparat saat ada hal mencurigakan, celah kejahatan bisa kita tutup rapat-rapat,” tandas Suprapto.
Pertemuan berakhir dengan kesepakatan bulat antarwarga: akan mempererat komunikasi, meningkatkan kewaspadaan, dan membangun sistem jaga bersama. Urun rembuk ini bukan sekadar bicara, melainkan langkah awal kokoh membangun benteng keamanan berbasis gotong royong warga—agar kawasan Muara Rapak dan sekitarnya tetap menjadi tempat tinggal yang aman, damai, dan nyaman bagi seluruh penghuninya.*** (Ydar)






