Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) tengah mempercepat langkah strategis untuk mewujudkan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sebagai UNESCO Global Geopark. Dengan target verifikasi nasional pada Juli 2026, kawasan ini diproyeksikan menjadi harapan baru bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan Kaltim. Upaya ini bukan sekadar cita-cita, melainkan komitmen nyata untuk melestarikan kekayaan geologi dan alam Benua Etam, sekaligus menarik perhatian dunia akan keindahan alam Indonesia yang tak terhingga.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyatakan bahwa akselerasi penyempurnaan dokumen rencana induk sesuai arahan Bappenas menjadi prioritas utama. “Kami sedang melakukan sinkronisasi dokumen rencana induk, diiringi dengan penguatan visibilitas di lapangan agar seluruh standar nasional dapat terpenuhi secara optimal,” ujarnya pada Kamis (7/5/2025) di Samarinda. Tim gabungan lintas daerah bekerja keras untuk memastikan setiap detail memenuhi kriteria yang ketat. Dokumen rencana induk ini akan menjadi panduan komprehensif untuk pengelolaan jangka panjang kawasan konservasi ini, meliputi aspek geologi, keanekaragaman hayati, budaya, hingga partisipasi masyarakat.
Percepatan ini juga menegaskan komitmen pemerintah daerah bahwa pembangunan di Kaltim tidak hanya berpusat pada Ibu Kota Nusantara (IKN). Pelestarian kekayaan geologi dan alam seperti yang ada di Sangkulirang-Mangkalihat adalah bagian integral dari visi pembangunan yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah. Ini menunjukkan bahwa Kaltim memiliki potensi luar biasa yang harus dikembangkan secara seimbang, memastikan bahwa manfaat pembangunan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di berbagai daerah, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang.
Untuk memperkuat identitas kawasan, pemerintah daerah telah memulai pembangunan gerbang penanda di sejumlah titik masuk geopark. Selain itu, upaya branding juga dilakukan di bandara utama Kabupaten Berau dan Kutai Timur. Langkah-langkah ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran publik dan menarik minat wisatawan domestik maupun internasional sejak dini, memperkenalkan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sebagai destinasi yang patut dikunjungi dan dieksplorasi karena keunikan serta pesona alamnya yang tiada tara.
Secara teknis, kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat menawarkan potensi yang sangat besar. Geopark ini memiliki 26 geosite yang memukau, tujuh situs keanekaragaman hayati yang kaya, serta dua situs budaya yang mendalam. Fenomena alam unik seperti air dua rasa di Labuan Cermin, sebuah danau dengan perpaduan air asin dan tawar yang jernih, serta keindahan kerucut karst di Desa Merabu, diproyeksikan menjadi daya tarik utama. Keunikan geologi ini merepresentasikan nilai universal kawasan yang diyakini akan memukau tim verifikator nasional dan komunitas internasional, menjadikannya aset berharga bagi ilmu pengetahuan dan pariwisata global.
Selain aspek geologi, Pemprov Kaltim juga fokus pada pembangunan tata kelola yang berkelanjutan. Pelibatan akademisi, praktisi, dan birokrat profesional menjadi kunci dalam merumuskan strategi pengelolaan yang efektif. Model pengelolaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa upaya konservasi berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab, menciptakan keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian. Pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) juga tengah dikaji, yang diharapkan dapat memberikan fleksibilitas dan kemandirian finansial dalam pengelolaan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat di masa depan, menjamin operasional yang efisien dan adaptif.
Aspek pemberdayaan masyarakat adat tidak luput dari perhatian. Program-program seperti yang telah berjalan di Kampung Budaya Merabu adalah contoh nyata bagaimana pelestarian alam dapat dihubungkan dengan peningkatan ekonomi masyarakat lokal. Melalui inisiatif ini, masyarakat diberdayakan untuk menjadi bagian aktif dalam pengelolaan geopark, misalnya sebagai pemandu wisata lokal, pengelola homestay tradisional, atau produsen kerajinan tangan khas daerah. Hal ini menciptakan simbiosis mutualisme, di mana alam lestari dan ekonomi masyarakat pun tumbuh berkembang, menjadikan ekowisata sebagai pilar pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Status UNESCO Global Geopark bukan hanya tentang pengakuan prestisius. Ini akan membuka pintu bagi Sangkulirang-Mangkalihat untuk menjadi destinasi pariwisata dunia yang terkemuka, menarik investasi, dan meningkatkan pendapatan daerah. Pengakuan ini juga akan mendorong standar pengelolaan yang lebih tinggi, mempromosikan penelitian ilmiah, dan memperkuat pendidikan tentang warisan geologi. Dampaknya akan terasa pada peningkatan infrastruktur pariwisata, penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal, serta pelestarian budaya dan tradisi yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Kaltim.
Dengan segala persiapan yang matang dan komitmen kuat dari berbagai pihak, Ririn Sari Dewi optimis bahwa verifikasi nasional akan berjalan sukses. “Jika verifikasi nasional berjalan sukses, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat akan diusulkan sebagai kandidat UNESCO Global Geopark,” tegasnya. Cita-cita ini membawa harapan besar bagi masa depan pariwisata Kaltim, menjadikannya salah satu ikon destinasi ekowisata yang diakui dunia, sekaligus menjaga kelestarian warisan alam dan budaya yang tak ternilai harganya bagi generasi mendatang, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan daerah.






