SENDAWAR — Kaltimku.id — Hampir tiga dari setiap sepuluh balita di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) masih mengalami stunting. Angka prevalensi yang mencapai 27,6 persen itu menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk memperkuat langkah percepatan penurunan stunting melalui sinergi lintas sektor dan optimalisasi layanan Posyandu. Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Kubar, Nanang Adriani saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026 di Kantor Bappeda Litbang, Kecamatan Barong Tongkok, Kamis (11/6/2026).
Rakor dihadiri kepala perangkat daerah, camat, perwakilan puskesmas, pemerintah kampung, kader Posyandu, serta berbagai pemangku kepentingan. Selain mengevaluasi pelaksanaan program yang telah berjalan, forum tersebut juga menyusun strategi untuk mempercepat penurunan angka stunting di seluruh wilayah Kutai Barat.
Dalam sambutannya, Nanang menegaskan stunting masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan kerja sama seluruh pihak.
“Masih banyak balita yang belum terpantau secara rutin pertumbuhan dan perkembangan gizinya. Padahal Posyandu merupakan sarana penting untuk mendeteksi lebih awal risiko stunting maupun masalah kesehatan lainnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah rendahnya tingkat kunjungan balita ke Posyandu. Hingga Februari 2026, capaian D/S Posyandu atau jumlah balita yang datang dan ditimbang dibanding jumlah balita sasaran baru mencapai 46,26 persen.
Menurutnya, peningkatan kunjungan Posyandu harus menjadi fokus bersama. Pemerintah daerah akan terus mendorong penguatan peran pemerintah kampung, kader Posyandu, puskesmas, hingga kecamatan agar masyarakat semakin aktif memanfaatkan layanan kesehatan dasar tersebut.
Selain meningkatkan partisipasi masyarakat, Pemkab Kubar juga memperkuat kapasitas kader Posyandu, memastikan ketersediaan sarana pengukuran sesuai standar, serta mengintegrasikan data lintas sektor agar penanganan stunting dapat dilakukan lebih tepat sasaran.
Nanang turut mengajak seluruh anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) menjaga komitmen dalam mewujudkan target Zero New Stunting di Bumi Tanaa Purai Ngeriman. Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, produktivitas masyarakat, hingga daya saing daerah di masa mendatang.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap daerah yang menunjukkan kinerja terbaik, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menyerahkan penghargaan kepada kecamatan dan puskesmas berprestasi dalam mendukung percepatan penurunan stunting.
Untuk kategori penginputan aksi konvergensi stunting terbaik, penghargaan diberikan kepada Kecamatan Penyinggahan sebagai peringkat pertama, disusul Kecamatan Tering di posisi kedua, dan Kecamatan Linggang Bigung di posisi ketiga.
Sementara itu, penghargaan puskesmas terbaik berdasarkan capaian D/S Tahun 2025 diraih Puskesmas Penyinggahan sebagai juara pertama, Puskesmas Muara Lawa peringkat kedua, dan Puskesmas Muara Kedang peringkat ketiga.
Penghargaan tersebut diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh kecamatan dan fasilitas layanan kesehatan untuk terus meningkatkan kinerja dalam mewujudkan generasi Kutai Barat yang sehat, unggul, dan bebas stunting. (Adv/Diskominfo Kubar)






