BALIKPAPAN, Kaltimku.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan bersama Baznas Provinsi Kalimantan Timur serta pemerintah daerah memperkuat kolaborasi strategis menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi pondok pesantren. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Pengelolaan Usaha Budidaya Ayam Petelur Tahun 2026 yang resmi dibuka pada Senin (3/8/2026).
Inisiatif ini menjadi langkah penting mengingat pasokan telur ayam di wilayah Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Paser saat ini masih sepenuhnya bergantung pada pengiriman dari luar Kalimantan Timur. Kegiatan yang berlangsung selama enam hari hingga 8 Agustus 2026 ini menyasar perwakilan pondok pesantren dan kelompok usaha terpilih yang siap mengembangkan sektor peternakan lokal.
Kepala Perwakilan BI Balikpapan Robi Ariadi menegaskan ketahanan pangan merupakan fondasi utama menjaga stabilitas ekonomi daerah. “Telur ayam adalah salah satu komoditas yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pergerakan inflasi di wilayah kerja kami. Meningkatkan kapasitas produksi lokal bukan hanya mengurangi ketergantungan pasokan dari luar, tetapi juga menjaga stabilitas harga dan memperkuat kemandirian pangan masyarakat,” ujarnya saat membuka acara.
Sementara itu, Wakil Ketua III Baznas Kaltim Badrus Syamsi menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin. “Kolaborasi ini bukan sekadar soal produksi pangan, melainkan upaya nyata memberdayakan pesantren agar semakin mandiri secara ekonomi. Dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat luas dan mendukung kesejahteraan umat secara berkelanjutan,” tuturnya.
Workshop dirancang dengan metode gabungan antara pembelajaran teori dan praktik langsung. Hari pertama diisi pemaparan materi dasar bisnis peternakan, prospek industri, hingga manajemen budidaya di lingkungan KPwBI Balikpapan. Selanjutnya, peserta akan mengikuti pembelajaran selama lima hari secara langsung di Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari – yang telah menjadi mitra binaan dan sukses memasok telur ke sejumlah pelaku usaha kuliner di Balikpapan.
Materi yang diberikan mencakup seluruh siklus usaha, mulai dari pemilihan bibit, manajemen kandang dan pakan, penanganan kesehatan ternak, pengolahan hasil panen, hingga penyusunan rencana bisnis dan strategi pemasaran. Para peserta juga akan diajak berkunjung ke lokasi usaha peternakan yang sudah berjalan sukses untuk mempelajari praktik terbaik secara langsung.
Melalui kegiatan ini, KPwBI Balikpapan berharap para peserta tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi mampu mengelola usaha secara profesional, berstandar baik, dan menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan. Langkah ini diharapkan menjadi cikal bakal tumbuhnya usaha peternakan lokal yang tangguh, mandiri, dan mampu menjawab kebutuhan pasokan pangan daerah.***







