Ikuti Rakor Bersama Gubernur, Plt Sekda Muliadi Sebut Peningkatan Kasus Covid Akibat Lambanya Vaksinasi

Pelaksana Tugas Sekda Kabupaten PPU Muliadi.
Pelaksana Tugas Sekda Kabupaten PPU Muliadi.

Kaltimku.id, PPU – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur dan sejumlah unsur dari Satgas Penanganan Covid serta Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanganan Covid-19 bersama Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor yang dilakukan secara virtual bersama pemerintah kabupaten/kota se-Kaltim, Rabu (4/8/2021).

Dalam keterangannya, Gubernur Isran merasa heran terhadap angka peningkatan kasus terpapar Covid terbilang tinggi di Kaltim. Padahal, pemerintah daerah hingga provinsi sudah berupaya maksimal menekan kasus penyebaran Covid. Selain itu, kebijakan pemerintah pusat juga telah diikuti.

Bacaan Lainnya

“Kami telah melaksanakan semua instruksi pemerintah pusat dan didukung pula oleh semua elemen masyarakat. Selain itu, dari hasil monitoring dari BNPB bahwa masyarakat Kaltim adalah yang paling patuh dan taat melaksanakan protokol kesehatan bahkan Balikpapan 90 persen dan Bontang 100 persen, jadi dari mana itu masuknya covid?” ujar Isran Noor keheranan.

Rakor virtual Gubernur Kaltim bersama pemerintah kabupaten/kota se-Kaltim.
Rakor virtual Gubernur Kaltim bersama pemerintah kabupaten/kota se-Kaltim

Menurut Gubernur, berbagai upaya untuk menekan angka penyebaran sudah dilakukan. Namun, hasilnya masih belum bisa dikatakan maksimal. Data kumulatif di Kaltim sejak 22 Maret 2020 hingga 4 Agustus 2021 mencatat kasus terkonfirmasi positif di Kaltim mencapai 121.728 dan 3.531 kasus meninggal.

“Teknologi corona ini sudah melampaui teknologi manusia. Sudah dilakukan berbagai upaya tetapi covid selalu lolos, dari berbagai celah, pintar dia,” ungkapnya.

Terkait persediaan vaksin, Isran menyebut pemerintah provinsi Kaltim bakal mendapat bantuan 100 unit oksigen konsentrat dan 300 koli obat-obatan khusus covid dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut, dinilai membantu kondisi Kaltim yang saat ini tengah mengalami krisis oksigen dan obat-obatan untuk penanganan pasien Covid.

“Obat ini pun kita harus hati-hati juga, karena banyak yang mati karena covid ini justru di rumah sakit, bagaimana tidak makan seonggok obat, yang saya takutkan efeknya, kalau efek samping saya tidak mau tahu, yang saya khawatir bahaya efek ke depannya obat obatan itu yang saya takutkan,” imbuh Isran Noor.

Usai mengikuti rakor bersama Gubernur Kaltim, Plt Sekda PPU Muliadi mengatakan peningkatan angka terpapar Covid di Kaltim dan khususnya PPU, dipengaruhi lambatnya proses vaksinasi bagi masyarakat. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 PPU, vaksinasi di wilayah Beno Taka baru mencakup 15 persen.

“Itu karena warga kita yang di vaksin baru sedikit. Jadi pak gubernur harus teriak ke pusat, untuk meminta perbanyak jatah vaksin,” kata Muliadi, Rabu (4/8/2021).

Menurut Muliadi, vaksinasi untuk memperkuat kekebalan tubuh (imun) dalam menghadapi serangan virus corona. Dimana, warga akan tidak mudah terpapar Covid, jika terbentuk antibody di tubuhnya.

Sehingga untuk mempercepat penanggulangan dan pencegahan Covid, hanya bisa dilakukan melalui vaksinasi. “Solusi perbanyak vaksin segera. Kuncinya itu,” tegasnya.

Upaya memperbanyak distribusi vaksin ke PPU, lanjut Sekda, sudah dikomunikasikan ke provinsi. Namun demikian, proses percepatan vaksinasi di daerah juga bergantung dari pemerintah pusat.*(adv)

Pos terkait