Indonesia Bawa Pulang 6 Emas dari Kejuaraan Pencak Silat Asia 2026

Indonesia Bawa Pulang 6 Emas dari Kejuaraan Pencak Silat Asia 2026
via Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia

Indonesia raih enam emas dalam Kejuaraan Asia Pencak Silat 2026 yang digelar di Dong Nai, Vietnam. Kontingen Merah Putih menutup kompetisi di posisi kedua dengan total enam emas, empat perak, dan sembilan perunggu.

Hasil tersebut menempatkan Indonesia tepat di bawah tuan rumah Vietnam dalam klasemen akhir. Malaysia berada di posisi ketiga. Vietnam mempertahankan gelar juara umum setelah mengumpulkan 16 emas, tujuh perak, dan dua perunggu.

Bacaan Lainnya

Kejuaraan berlangsung di Dong Nai Gymnasium dengan hari pertandingan pada 17–22 Juli 2026. Upacara penyerahan penghargaan digelar pada malam terakhir kompetisi oleh PERSILAT bersama otoritas olahraga Vietnam dan pemerintah setempat.

Emas Datang dari Nomor Tanding dan Seni

Perolehan Indonesia tidak hanya berasal dari nomor tanding. Rekap pertandingan mencatat empat emas dan dua perak didapat dari laga final kategori tanding. Hasil ini menjadi bagian terbesar dari enam emas yang dibawa pulang kontingen Indonesia.

Nomor seni juga memberi tambahan penting. Bevin Nara Sita dan Artika Saraswati meraih emas pada nomor seni ganda putri setelah mengalahkan wakil tuan rumah di final. Penampilan keduanya membantu Indonesia tetap bersaing di papan atas klasemen medali.

Kejuaraan Asia kali ini mempertandingkan dua kelompok utama, yaitu tanding dan seni. Nomor tanding dibagi ke dalam kelas berat putra dan putri, sedangkan kategori seni mencakup tunggal, ganda, regu, serta nomor kreatif.

Perbedaan karakter kedua nomor membuat kontingen membutuhkan persiapan yang tidak sama. Nomor tanding menuntut kemampuan membaca serangan, menjaga jarak, dan mengumpulkan poin dalam duel langsung. Pada nomor seni, ketepatan gerakan, kekompakan, tenaga, serta kerapian rangkaian jurus menjadi bagian penting dalam penilaian.

Persaingan Diikuti Sembilan Negara dan Wilayah

Kejuaraan edisi ke-10 ini mempertemukan hampir 300 atlet dan pelatih dari sembilan negara serta wilayah Asia. Pesertanya berasal dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, India, Kazakhstan, Taiwan, dan Vietnam.

Jumlah peserta membuat Indonesia tidak hanya menghadapi pesaing dari Asia Tenggara. Kehadiran atlet dari India, Kazakhstan, dan Taiwan memperluas persaingan sekaligus memperlihatkan perkembangan pencak silat di luar negara-negara yang selama ini dikenal kuat dalam olahraga tersebut.

Indonesia datang sebagai salah satu kekuatan utama pencak silat Asia, tetapi tuan rumah tampil lebih dominan dalam perolehan medali. Selisih emas yang cukup lebar menunjukkan masih ada nomor yang perlu dievaluasi, terutama agar peluang menuju final dapat diubah menjadi medali tertinggi.

Posisi kedua tetap memberi gambaran bahwa Indonesia masih mampu bersaing dalam nomor tanding maupun seni. Dari total 19 medali yang dikumpulkan, sembilan di antaranya berupa perunggu. Angka tersebut menunjukkan cukup banyak atlet Indonesia mampu mencapai fase perebutan medali, meski belum semuanya berhasil masuk final.

Kejuaraan Asia Pencak Silat 2026 ditutup pada 22 Juli dengan Indonesia membawa pulang enam emas, empat perak, dan sembilan perunggu.

Pos terkait