Penataan Pasar Pagi Samarinda Masuki Tahap Akhir, Fokus pada Detail Interior

Penataan Pasar Pagi Samarinda Masuki Tahap Akhir, Fokus pada Detail Interior

Pasar Pagi Samarinda semakin mendekati tahap akhir pengerjaan setelah bagian utama bangunan selesai dikerjakan. Wali Kota Samarinda Andi Harun meninjau langsung proyek tersebut pada 30 Juli 2026 untuk melihat perkembangan terbaru sebelum seluruh fasilitas digunakan secara penuh.

Publikasi Pemerintah Kota Samarinda menyebut pekerjaan kini berfokus pada penyempurnaan interior dan eksterior. Tahap ini mencakup detail bangunan yang akan menentukan kenyamanan, keamanan, serta kemudahan pedagang dan pengunjung ketika pasar mulai beroperasi secara menyeluruh.

Bacaan Lainnya

Peninjauan juga menjadi kesempatan untuk memeriksa apakah hasil pekerjaan di lapangan sudah sesuai dengan fungsi yang direncanakan. Bangunan pasar tidak cukup hanya terlihat selesai dari luar karena setiap lantai, jalur pengunjung, fasilitas pendukung, dan akses barang perlu bekerja sebagai satu kesatuan.

Jadwal penggunaan penuh maupun serah terima akhir proyek belum dijelaskan secara terperinci dalam publikasi peninjauan tersebut. Penyelesaian fisik masih perlu diikuti pemeriksaan fasilitas dan penataan kawasan agar tidak menimbulkan masalah baru setelah pasar ramai digunakan.

Pekerjaan Bergeser ke Detail Bangunan dan Kawasan

Ketika proyek memasuki tahap penyempurnaan, pekerjaan biasanya tidak lagi didominasi pembangunan struktur besar. Perhatian beralih pada lantai, dinding, plafon, pencahayaan, sanitasi, saluran air, pintu, pagar pengaman, penunjuk arah, dan bagian lain yang bersentuhan langsung dengan pengguna.

Detail seperti kemiringan lantai dan aliran air perlu diperhatikan agar area pasar tidak mudah tergenang ketika dibersihkan. Ventilasi juga harus mampu menjaga sirkulasi udara, terutama pada bagian yang nantinya dipadati pedagang dan pembeli.

Penataan tidak berhenti di dalam gedung. Pemerintah Kota Samarinda pada rapat 24 Juli 2026 juga membahas penataan Jalan Pande dan Jalan Temenggung, pembangunan loading dock, serta area khusus bongkar muat barang.

Fasilitas logistik tersebut dibutuhkan agar kendaraan pengangkut tidak berhenti sembarangan di jalur pengunjung. Pemisahan antara akses barang dan akses pembeli dapat mengurangi antrean, menjaga keselamatan, dan membuat aktivitas perdagangan lebih tertib. (sumber: Sekretariat Daerah Kota Samarinda)

Kesiapan Operasional Tidak Hanya Dilihat dari Tampilan

Bangunan yang sudah dicat dan dibersihkan belum tentu langsung siap digunakan. Sistem listrik, air bersih, drainase, perlindungan kebakaran, keamanan, dan pengelolaan sampah perlu diuji dalam kondisi yang menyerupai aktivitas pasar sebenarnya.

Pasar akan menerima banyak orang, barang, dan kendaraan dalam waktu yang hampir bersamaan. Kekurangan yang tidak terlihat ketika gedung masih sepi dapat muncul setelah kios mulai beroperasi, seperti tekanan air yang tidak merata, penumpukan sampah, jalur yang terlalu sempit, atau kendaraan bongkar muat yang menghambat lalu lintas.

Koridor pengunjung juga harus tetap terbuka dan tidak berubah menjadi tempat menyimpan barang. Penempatan barang dagangan di luar batas kios dapat mempersempit jalur, menyulitkan proses evakuasi, dan membuat pengunjung tidak nyaman saat pasar ramai.

Pemerintah sebelumnya menyebut penataan Pasar Pagi mencakup pembenahan zonasi pedagang, sistem aplikasi, koridor pengunjung, kemacetan, dan pengawasan penggunaan lapak. Setiap pedagang perlu menempati lokasi sesuai peruntukannya agar pengelompokan barang dapat dipahami pembeli dan tidak menimbulkan perebutan ruang.

Pengelola juga perlu menyiapkan petugas kebersihan, keamanan, teknisi, layanan informasi, serta jalur pengaduan. Keberadaan fasilitas modern akan sulit dirasakan manfaatnya apabila kerusakan terlambat ditangani atau pengguna tidak mengetahui tempat melaporkan masalah.

Aktivitas Pedagang Tetap Menjadi Pertimbangan

Andi Harun meminta pekerjaan penataan tidak mengganggu operasional toko dan pedagang di sekitar Pasar Pagi. Arahan tersebut penting karena penyelesaian proyek berlangsung di kawasan perdagangan yang sudah memiliki aktivitas ekonomi.

Penutupan jalan, penempatan material, suara pekerjaan, dan perubahan jalur kendaraan dapat memengaruhi akses pembeli. Karena itu, pekerjaan lanjutan perlu dijadwalkan agar tetap memberi ruang bagi masyarakat yang berbelanja maupun pedagang yang menjalankan usahanya.

Pedagang yang akan menempati bangunan juga membutuhkan waktu untuk menata kios, memindahkan barang, mengenali akses masuk, dan memahami aturan pengelolaan. Pemindahan secara serentak tanpa pengaturan dapat menimbulkan penumpukan kendaraan dan barang di sekitar gedung.

Pembagian waktu bongkar muat dapat membantu mengurangi kepadatan. Kendaraan pemasok dapat masuk pada jam tertentu sebelum kunjungan pembeli meningkat, sementara jalur utama tetap tersedia untuk pejalan kaki dan kendaraan pengunjung.

Penataan pasar juga perlu memastikan lapak tidak dipindahtangankan tanpa izin. Kios yang dibiarkan kosong, disewakan kembali, atau diperdagangkan secara tidak resmi dapat mengganggu pemerataan tempat usaha dan membuat zonasi yang telah disusun tidak berjalan.

Pasar Pagi memiliki posisi penting dalam kegiatan perdagangan Samarinda, sehingga tahap akhir pengerjaan tidak hanya menentukan tampilan gedung baru. Pemeriksaan fasilitas, penataan pedagang, pengaturan bongkar muat, kebersihan, keamanan, dan kelancaran lalu lintas perlu diselesaikan sebelum tanggal penggunaan penuh diumumkan kepada masyarakat.

Pos terkait