Balikpapan, Kaltimku.id — Wali Kota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME., mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan di tengah kondisi kemarau yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Timur.

Pesan tersebut disampaikan Rahmad saat menghadiri Maulid Akbar 2026 BIC 1448 H di Balikpapan, Rabu (2/8/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Balikpapan Dr Ir H Bagus Susetyo, MM., Pj Sekretaris Daerah Kota Balikpapan Agus Budi Prasetyo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta menghadirkan Ustaz Das’ad Latif sebagai penceramah.

Dalam sambutannya, Rahmad Mas’ud mengapresiasi kehadiran masyarakat dalam kegiatan keagamaan tersebut. Ia berharap momentum Maulid Nabi tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi, tetapi juga mendorong kepedulian warga terhadap kondisi lingkungan dan kehidupan sosial.

Rahmad Mas’ud secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Ia juga meminta warga yang hendak membuka lahan untuk pertanian agar menghindari cara-cara yang berpotensi memicu kebakaran.

“Jangan membuang sampah sembarangan dalam kondisi saat ini. Kalau ingin membuka lahan atau lahan pertanian, tentunya bisa dilakukan dengan tidak membakar,” kata Rahmad Mas’ud.

Menurut dia, kondisi kemarau dan munculnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Timur membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat.

Ia menekankan bahwa penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan petugas di lapangan. Kesadaran warga untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran menjadi bagian penting dalam mencegah meluasnya karhutla.

“Kebersamaan kita, insya Allah, dan mudah-mudahan pada hari ini kita bermaulid dan juga berdoa. Mudah-mudahan hujan bisa turun lagi di Kota Balikpapan,” ujar Rahmad Mas’ud.

 

Das’ad Latif Soroti Gaya Hidup dan Utang

Sementara itu, Ustaz Das’ad Latif dalam ceramahnya mengajak jamaah melihat persoalan kehidupan sehari-hari secara lebih sederhana.

Ia menilai salah satu persoalan yang kerap membuat masyarakat terbebani bukan semata-mata karena kurangnya rezeki, melainkan gaya hidup yang melebihi kemampuan.

“Kenapa banyak orang berutang? Bukan karena tidak ada rezekinya, tetapi gaya hidupnya yang berlebihan,” kata Das’ad Latif di hadapan jamaah.

Ia kemudian memberikan gambaran mengenai masyarakat yang memiliki penghasilan tertentu, tetapi memaksakan diri mengikuti gaya hidup di atas kemampuan finansialnya.

Menurut Das’ad, keinginanmu untuk terlihat mampu dapat membuat seseorang mengambil keputusan keuangan yang justru menambah beban hidup, termasuk dengan mengambil berbagai fasilitas kredit.

“Kalau mau kaya, jangan menginginkan yang tidak mampu,” ujarnya.

Das’ad juga membandingkan pola kehidupan masyarakat pada masa lalu dengan kondisi saat ini. Ia mengatakan, dahulu banyak keluarga yang hidup sederhana tetapi mampu mengelola penghasilan untuk membangun rumah, membeli tanah, hingga mengembangkan usaha.

Sebaliknya, menurut dia, sebagian masyarakat saat ini memiliki penghasilan tetap tetapi masih kesulitan memenuhi kebutuhan karena pengeluaran yang tidak sebanding dengan kemampuan.

“Kenapa? Karena gaya hidup,” tegasnya.

Melalui ceramah tersebut, Das’ad mengajak jamaah lebih bijak dalam mengelola keuangan, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta tidak memaksakan diri mengikuti gaya hidup orang lain.

Maulid Akbar 2026 BIC 1448 H diharapkan menjadi momentum memperkuat nilai keagamaan sekaligus kepedulian sosial masyarakat Balikpapan, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul di tengah kondisi kemarau.*

Pos terkait