60 Pelajar & Guru di Samarinda Ikuti Pelatihan Teater untuk Bangun Karakter

60 Pelajar & Guru di Samarinda Ikuti Pelatihan Teater untuk Bangun Karakter

Sebanyak 60 pelajar dan guru dari 15 sekolah menengah di Samarinda mengikuti Pelatihan Teater 2026 yang digelar di Gedung Bahimung UPTD Taman Budaya Kalimantan Timur. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 4-6 Agustus 2026, ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk belajar dasar seni pertunjukan sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi.

Program ini diselenggarakan oleh UPTD Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur. Setiap sekolah mengirimkan empat perwakilan, yang terdiri dari tiga siswa dan satu guru pendamping. Menurut Kepala UPTD Taman Budaya Kaltim, Erna Rawaty Sinaga, pelatihan ini dirancang agar keterampilan yang didapat bisa dikembangkan lebih lanjut di lingkungan sekolah masing-masing.

Bacaan Lainnya

Lebih dari Sekadar Akting: Membangun Karakter dan Kepercayaan Diri

Erna menjelaskan, tujuan utama program ini adalah memberikan pemahaman dasar teater, meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum, dan membantu peserta menyampaikan gagasan melalui seni. Sejalan dengan itu, Plt. Kepala Disdikbud Kaltim yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus, Ridwan, menilai teater punya fungsi lebih luas dari sekadar pementasan.

Menurutnya, proses latihan dapat membantu peserta membangun kepercayaan diri, kreativitas, disiplin, dan kemampuan bekerja sama. Dalam sebuah pertunjukan, setiap orang belajar bertanggung jawab, mendengarkan arahan, dan bekerja sebagai tim untuk mencapai tujuan bersama.

Keterampilan ini, terutama kemampuan komunikasi dan public speaking, dinilai sangat berguna di luar panggung. Peserta bisa memanfaatkannya saat presentasi di kelas, berorganisasi, atau sekadar berinteraksi sosial. Selain itu, dengan memerankan sebuah tokoh, pemain juga belajar memahami sudut pandang orang lain, yang pada akhirnya dapat menumbuhkan empati.

Menjaga Keberlanjutan Lewat Keterlibatan Guru

Pelatihan Teater 2026 diikuti oleh peserta dari SMAN 1, SMAN 3, SMAN 5, SMAN 6, SMAN 8, SMAN 10, SMAN 13, dan SMAN 16 Samarinda. Selain itu, ada juga perwakilan dari MAN 1, MAN 2, SMKN 5, SMKN 19, SMA Katolik WR Soepratman, SMA Istiqomah Muhammadiyah, serta SMK TI Labbaika Samarinda.

Keterlibatan guru pendamping dianggap krusial untuk menjaga keberlanjutan program. Diharapkan, para guru dapat memfasilitasi pembentukan kelompok teater di sekolah, membimbing latihan rutin, atau menginisiasi pementasan kecil. Dengan begitu, pelatihan ini menjadi pijakan awal bagi sekolah yang belum memiliki kegiatan teater.

Rencana Pengembangan hingga 2027

Kegiatan ini didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Bantuan Operasional Penyelenggaraan Nonfisik 2026. UPTD Taman Budaya Kaltim berharap pelatihan ini dapat mendorong lahirnya karya-karya teater yang mengangkat nilai budaya lokal Kalimantan Timur.

Program serupa direncanakan akan berlanjut hingga 2027. Ke depannya, jangkauan peserta juga akan diperluas untuk merangkul masyarakat umum dan pelaku seni dari berbagai kabupaten/kota di Kaltim. Harapannya, kolaborasi antara sekolah, komunitas, dan seniman dapat tercipta untuk menghidupkan ekosistem seni pertunjukan secara berkelanjutan.

Pos terkait