BALIKPAPAN, Kaltimku.id — Suasana riuh penuh rasa ingin tahu menyelimuti Markas Komando (Mako) Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Timur, Rabu (9/9/2026). Puluhan siswa-siswi SD Insan Mulia Balikpapan tampak antusias mengikuti kegiatan outing class yang dirancang khusus untuk membuka wawasan mereka tentang dunia kepolisian sekaligus pelestarian alam.
Bukan sekadar berkunjung, kunjungan ini menjadi jendela luas bagi para pelajar untuk mengenal lebih dekat siapa sebenarnya yang bertugas menjaga keamanan di wilayah perairan. Personel Subdit Patroli Ditpolairud memandu para siswa dengan penuh kesabaran, menjelaskan tugas pokok mulai dari pengamanan jalur pelayaran, penegakan hukum di laut, hingga upaya menjaga keselamatan masyarakat di kawasan pesisir.
Para siswa tampak terpukau saat diperkenalkan dengan beragam peralatan dan sarana yang digunakan personel saat bertugas. Pertanyaan-pertanyaan sederhana namun tajam pun bermunculan, menunjukkan betapa besar rasa keingintahuan mereka terhadap profesi yang selama ini mungkin hanya mereka dengar namanya.
Tak hanya soal tugas kepolisian, kegiatan ini juga menjadi ruang belajar yang hidup tentang alam. Para siswa diajak menyelami dunia ekosistem mangrove — si tanaman penjaga pantai. Mulai dari mengenal jenis-jenisnya, hingga mempraktikkan cara penyemaian bibit Rhizophora mucronata, mereka diajak memahami betapa krusialnya keberadaan hutan bakau: menahan abrasi, menjadi rumah bagi beragam biota laut, hingga menjaga keseimbangan lingkungan pesisir.
“Kami ingin menanamkan sejak dini, bahwa Polri tidak hanya soal penegakan hukum. Kami juga hadir untuk mendidik dan melindungi, termasuk lingkungan tempat kita hidup,” ungkap personel Ditpolairud yang memandu kegiatan.
“Anak-anak ini adalah generasi penerus. Kalau bukan sekarang, kapan lagi kita ajarkan mereka untuk peduli pada mangrove dan lingkungan pesisir? Kepedulian itu harus ditumbuhkan sejak usia sekolah,” tambahnya.
Suasana interaktif membuat sesi belajar terasa ringan namun bermakna. Para siswa tidak hanya mendengar, tetapi juga melihat langsung sarana pendukung tugas Polairud dan menyentuh bibit mangrove yang akan tumbuh menjadi pelindung pantai.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat jembatan kedekatan antara kepolisian dan dunia pendidikan. Ditpolairud berharap, kunjungan semacam ini tidak hanya memberi pengetahuan baru, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya taat aturan, tetapi juga peka terhadap lingkungan dan bangga menjaga kekayaan alam di wilayah perairan mereka.*






