BPBD HSS Sebut 14 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung, Korban Tewas Kena Setrum Dimakamkan

Kaltimku.id, KANDANGAN — Tim BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) HSS (Hulu Sungai Selatan), Selasa (21/6/2022), menginventarisir lebih detail bangunan rumah warga yang rusak diterjang angin puting beliung di Desa Bamban Utara, Kecamatan Angkinang, HSS, Kalimantan Selatan.

“Data sementara ada 14 rumah yang rusak. Sejauh mana tingkat kerusakannya, kami masih inventarisir lagi,” ungkap Kepala BPBD HSS melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Riza kepada awak media ini di TKM (Tempat Kejadian Musibah).

Bacaan Lainnya
Penghulu dan Imam Langgar Jairani semasa hidup. Dan rumah duka almarhum Jairani

Riza bersama puluhan anggotanya turun langsung ke TKM. Menghimpun data rumah warga yang rusak lebih detail dan komprehensif. Pendataan ini diperlukan guna menyusun usulan perbaikan ke Pemkab HSS.

“Kita hanya mengusulkan perbaikan rumah-rumah yang rusak ke Pemkab HSS. Soal keputusannya nanti apakah disetujui atau bagaimana tergantung Pak Bupati HSS,” ujar Riza berlalu.

Ustadz Hilal di depan papan reklame yang tumbang diterjang angin puting beliung

Di bagian lain, pantauan media ini di TKM menyebut, titik perhatian warga dan petugas masih tertuju ke rumah korban tewas tersetrum, Jairani (57). Mereka tak mengira Jairani yang dikenal sebagai Penghulu dan Imam langgar Nurul Huda, Muara Longawang, Bamban Utara, itu pergi begitu cepat.

Jairani diketahui tewas tersengat aliran listrik dari kabel sambungan rumah tetangga yang terputus akibat gempuran angin kencang berputar-putar itu bersamaan guyuran hujan deras, Senin sore, 20 Juni 2022.

Korban sendiri, ungkap tetangga dekatnya, Ustadz Hilal, sebenarnya diingatkan warga agar jangan coba-coba mengambil seng-seng rumahnya yang berterbangan. Lebih lagi ada kabel listrik dari tetangga sebelah yang menjuntai di samping rumahnya.

Namun, teguran atau wanti-wanti anak Ustadz Hilal itu tak digubris Uwa Jairani. “Uwa tetap juga turun berbasah-basah mau merapikan kabel hingga kena setrum dan jatuh di genangan air,” cerita Hilal seperti sangat kehilangan seorang tokoh dan sosok panutan di masyarakat.

Jenazah Penghulu Jairani sendiri, Selasa siang (21/6/2022), sudah dimakamkan di TPU Muslimin samping Pasar Jumahat Bagambir, Bamban Utara. Jenazah almarhum diiringi puluhan tokoh masyarakat dan warga lainnya yang juga merasa kehilangan sosok panutan dan sangat pasih membaca Kitab Al Qur’an itu.*

Penulis: JJD, Wartawan Senior Kalimantan

 

Pos terkait