Atmosfer panas pasca pertandingan yang dijuluki “El Clasico Indonesia” antara Persija Jakarta dan Persib Bandung ternyata tidak mereda begitu saja setelah peluit akhir dibunyikan. Ketegangan justru merambat hingga ke luar lapangan, menyisakan insiden tak terduga yang melibatkan skuad Pangeran Biru. Sebuah peristiwa kurang menyenangkan menimpa para pemain dan ofisial Persib Bandung saat berada di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. Insiden ini terjadi pada Senin, 11 Mei 2026, siang hari, ketika rombongan tim hendak kembali ke markas mereka di Bandung. Kejadian ini menjadi sorotan setelah beredar video yang menunjukkan adanya tindakan provokasi suporter Persib oleh oknum yang diduga berafiliasi dengan The Jakmania.
Dalam rekaman video yang dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial, terlihat jelas sekelompok individu yang diidentifikasi sebagai oknum suporter lawan menyanyikan *chant-chant* provokatif. Nyanyian tersebut ditujukan langsung kepada para pemain Persib, yang baru saja memenangkan duel sengit kontra Persija. Beberapa penggawa Persib, termasuk bintang muda Beckham Putra, Kakang Rudianto, dan bahkan penyerang asing Sergio Castel, tampak tidak bisa menahan emosi mereka. Momen krusial terjadi ketika Beckham dan Kakang terlihat tersulut dan sempat berupaya menghampiri para provokator. Situasi yang memanas ini sontak menarik perhatian petugas keamanan bandara serta aparat kepolisian yang sigap turun tangan untuk meredakan ketegangan. Berkat intervensi cepat dari petugas dan bantuan dari ofisial tim yang menenangkan para pemain, kondisi di bandara akhirnya dapat kembali kondusif.
Menanggapi insiden yang memantik perhatian publik ini, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, angkat bicara. Ia membenarkan bahwa kejadian tersebut bermula dari ulah provokasi suporter Persib oleh oknum The Jakmania. Umuh Muchtar, yang turut serta dalam rombongan tim, menceritakan secara langsung kronologi lengkap dari peristiwa tersebut. Menurut penuturannya, saat tim bersiap untuk menaiki pesawat, sekelompok suporter sudah mulai melontarkan kata-kata dan nyanyian yang bersifat provokatif. “Di bandara diserang sama The Jakmania yang mau naik pesawat ke Jakarta juga, tapi mereka tidak satu pesawat,” ujar Umuh saat dihubungi. Ia menambahkan bahwa insiden ini bermula di area makan sebelum masuk ke ruang tunggu, di mana Beckham dan Kakang menjadi sasaran utama provokasi. “Waktu masih di ruang makan luar gitu, sebelum masuk, Beckham dan Kakang juga di provokasi. Akhirnya enggak tahan, Beckham sama Kakang dilawan gitu,” jelasnya, menggambarkan puncak emosi kedua pemain muda tersebut.
Kakang dan Beckham yang dilanda emosi akhirnya mendekati oknum suporter tersebut, namun dengan cepat dilerai oleh ofisial tim Persib. Beruntung, situasi tidak berlarut-larut karena adanya dukungan dari Bobotoh yang kebetulan juga berada di Balikpapan. “Dia juga pada pergi karena Beckham juga banyak yang mendukung, karena banyak Bobotoh kita juga di Balikpapan gitu,” kata Umuh, menyoroti solidaritas para pendukung setia Persib. Setelah insiden mereda, tim dapat melanjutkan perjalanan pulang ke Bandung dengan selamat tanpa hambatan lebih lanjut. Meskipun demikian, Umuh Muchtar menyatakan rasa kekecewaannya yang mendalam terhadap tindakan provokatif semacam ini.
Sosok Bos Persib itu sangat menyayangkan bahwa rivalitas antarklub, yang seharusnya hanya terjadi di atas lapangan hijau, malah merembet hingga ke ranah pribadi dan memicu kericuhan di area publik. Menurutnya, tindakan tersebut mencerminkan ketidakdewasaan dan tidak patut dicontoh. “Emosi aja dia karena kalah dan dia sakit hati, karena dia tidak dewasa dan tidak tahu aturan. Itu orangnya orang-orang bodoh lah yang nyerang itu,” tegas Umuh dengan nada prihatin. Ia kemudian membandingkan dengan sikap pendukung Persib sendiri. “Kalau di Bandung, Bobotoh di kita tuh sekarang sangat-sangat dewasa dan mereka mengerti ya. Kalau kalah ya sudah kalah saja, ngapain harus menyerang pemain di luar. Ya apa urusannya pemain gitu,” pungkasnya, menyerukan pentingnya sportivitas dan kedewasaan dalam mendukung tim. Insiden ini terjadi setelah Persib Bandung berhasil menaklukkan Persija Jakarta dengan skor tipis 2-1 dalam laga *big match* pekan ke-32 BRI Super League 2025/26, berkat dwigol memukau yang dicetak oleh Adam Alis. Kemenangan ini seharusnya dirayakan dengan kegembiraan, bukan diwarnai dengan provokasi suporter Persib di bandara. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen sepak bola Indonesia untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan menghormati rivalitas yang sehat demi kemajuan sepak bola nasional.






