BARABAI, Kaltimku.id — Penjaringan bibit muda olahraga di Hulu Sungai Tengah (HST) kembali bergulir. Kali ini melalui ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat kabupaten tahun 2026 yang dibuka di Lapangan Pelajar, Barabai, Senin (11/5/2026).
Ajang O2SN 2026 kabupaten ini dibuka Bupati HST, Samsul Rizal yang diwakili Wakil Bupati Gusti Rosyadi Elmi. Pembukaannya dihadiri Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Muhammad Anhar, Ketua KONI HST, Yajid Fahmi dan para peserta yang sebelumnya juara di tingkat kecamatan.
“Olimpiade Olahraga Siswa Nasional tahun ini tidak hanya membentuk tubuh yang sehat dan bugar, tetapi juga menumbuhkan karakter yang kuat. Karakter itu tadi, akhlak ya, adab, sikap disiplin. Disiplin belajar, berolahraga, disiplin waktu, kerja keras, dan semangat pantang menyerah,” ujar Wabup Rosyadi.

Wabup menyebut, generasi yang sehat fisiknya dan bugar jiwanya adalah pondasi utama kemajuan dan kesejahteraan daerah di masa depan.
“Melalui tempaan sportivitas dan kerja keras, kita sedang mencetak generasi bermartabat. Anak-anak berkarakter hebat yang kelak akan mengangkat derajat dan nama baik HST di kancah lebih luas, baik di tingkat provinsi, nasional, dan bahkan mungkin di level internasional,” sebutnya.
Wabup pun menghendaki seluruh peserta bertanding dengan semangat tinggi. Menjunjung sportivitas dan menunjukkan kemampuan terbaik. “Kemenangan memang penting, tapi nilai-nilai kebersamaan, kerja keras, dan kejujuran jauh lebih berharga dalam membentuk pribadi yang unggul, istimewa, hebat dan juara,” katanya.
Sementara Ketua Pelaksana Kegiatan, Alamsyah melaporkan, perhelatan O2SN HST tahun ini diikuti 291 peserta. Rinciannya 94 siswa SD, 137 siswa SMP, dan 60 siswa SMA yang akan berkompetisi selama tiga hari, 11–13 Mei 2026.
“Cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi atletik, bulu tangkis, pencak silat, panjat tebing dan renang. Atletik dipusatkan di Lapangan Pelajar, bulu tangkis di Lapangan Guntur dan Bintara, pencak silat di Aula SMP 1, dan panjat tebing di Lapangan Dwi Warna,” kata Alamsyah.
Khusus cabang renang, urai Alamsyah, pelaksanaannya terpaksa dilakukan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (Amuntai). “Izin Pak Wabup, renangnya agak jauh sedikit ke Amuntai karena kolam yang berstandar hanya ada di sana. Jadi, memang perlu kiranya ada kolam berstandar di HST ke depannya,” pungkas Alamsyah.* (JJD)







