Di teras sederhana rumahnya di Jalan Panglima Suta, Desa Liang Ilir, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, setiap hari Nurhamsiah, yang akrab disapa Mbok Aloy, dengan cekatan membolak-balik deretan ikan di atas perapian tradisional. Menggunakan bahan bakar kayu, drum bekas yang disulap menjadi tungku, dan alat panggang besi, Mbok Aloy adalah maestro di balik produksi ikan asap atau ikan salai yang telah melegenda. Produknya tidak hanya populer di kalangan masyarakat lokal, tetapi juga telah menembus pasar luar daerah, bahkan hingga ke luar Pulau Kalimantan, membuktikan daya saing kuliner khas dari hulu Kukar.
Mbok Aloy merupakan salah satu ikon UMKM lokal di kawasan hulu Kutai Kartanegara. Usaha olahan ikan salai ini mampu menghasilkan hingga 20 kilogram produk setiap harinya. “Produk utama kami adalah ikan salai dari jenis ikan baung dan patin,” jelasnya. Namun, dari kedua jenis tersebut, ikan baung asap khas Kota Bangun adalah primadona yang paling dicari dan diminati oleh konsumen setia.
Kualitas prima ikan salai Mbok Aloy tak lepas dari pemilihan bahan baku segar. Selain mencarinya sendiri di perairan Sungai Mahakam yang melintasi Kota Bangun, Mbok Aloy juga bermitra dengan para nelayan lokal dari Muara Enggelam, Muara Muntai, dan Danau Melintang. Kemitraan ini memastikan pasokan ikan terbaik dan berkelanjutan, sekaligus mendukung ekonomi komunitas nelayan setempat. Ini adalah contoh sempurna bagaimana UMKM lokal dapat berkolaborasi untuk menghasilkan produk tradisional berkualitas tinggi.
Proses pengasapan yang diterapkan Mbok Aloy adalah kunci utama rasa dan daya tahan produknya. “Pengasapan ikan kami lakukan secara tradisional, murni menggunakan kayu pilihan, untuk menghasilkan aroma yang sangat khas dan unik,” tutur Mbok Aloy. Ia menekankan bahwa proses ini membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. “Pengasapan tidak bisa terburu-buru. Harus sabar agar hasilnya sempurna, ikannya matang merata, beraroma kuat, dan tentu saja, tahan lama,” tambahnya. Dedikasi pada metode tradisional inilah yang membedakan ikan asap Mbok Aloy dari produk serupa lainnya.
Keberhasilan Mbok Aloy dalam mengembangkan usahanya bukan hanya berdampak pada peningkatan ekonomi pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang. “Alhamdulillah, berkat usaha ini, saya bisa menyekolahkan anak-anak hingga jenjang yang lebih tinggi,” ungkapnya dengan rasa syukur. Kisah Mbok Aloy adalah cerminan bagaimana ketekunan dan mempertahankan kualitas dapat mengubah usaha rumahan menjadi bisnis yang sukses dan berdaya saing global.
Bagi Anda yang ingin merasakan kelezatan ikan baung asap atau ikan salai lainnya, Mbok Aloy mempersilakan pelanggan untuk datang langsung ke rumah produksinya di Desa Liang Ilir. Kunjungan ini sekaligus bisa menjadi kesempatan untuk menikmati potensi wisata di kawasan hulu Kutai Kartanegara. Selain itu, kemudahan pemesanan juga tersedia melalui WhatsApp di nomor 085386339393, dengan layanan pengantaran yang mencakup wilayah Kecamatan Tenggarong dan Kota Samarinda, menjangkau lebih banyak penikmat kuliner khas ini.
Dengan resep turun-temurun, kualitas rasa yang terjaga, dan komitmen pada proses tradisional yang menghasilkan daya tahan luar biasa, ikan asap salai produksi Mbok Aloy adalah bukti nyata potensi UMKM lokal. Usaha ini tidak hanya mampu bersaing di pasar yang lebih luas tetapi juga menjadi kebanggaan Kutai Kartanegara. Ini menunjukkan bahwa produk tradisional dan kuliner khas daerah, khususnya dari hulu Kukar, memiliki daya saing yang sangat kuat dan layak mendapat tempat di hati masyarakat luas.






