Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan mengambil langkah proaktif untuk menyelidiki insiden hujan debu Balikpapan yang terjadi di wilayah Balikpapan Tengah dan Utara pada Selasa, 23 Juni 2026. Peristiwa ini diduga kuat bersumber dari aktivitas operasional di kilang minyak Pertamina. Meskipun pihak perusahaan telah menyatakan material tersebut aman, Dinkes bersikeras untuk melakukan verifikasi lapangan guna memastikan dampaknya bagi kesehatan masyarakat.
Respons Dinkes Balikpapan Atas Klaim Pertamina
Kepala Dinkes Balikpapan, Alwiati, menegaskan pada Rabu (24/6/2026), bahwa pihaknya akan segera turun langsung ke lokasi terdampak. Langkah ini diambil untuk memvalidasi klaim keamanan yang dikeluarkan oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), operator proyek strategis tersebut.
“Saya belum mendapatkan laporan resmi terkait kejadian hujan debu ini. Namun, kalau ada klaim (dari Pertamina) bahwa partikel debu tersebut aman, tentu kami harus tetap turun ke lapangan. Kami harus memastikan langsung ini partikel seperti apa,” tegas Alwiati.
Pemantauan Kasus ISPA Jadi Tolok Ukur
Salah satu metode utama yang akan digunakan Dinkes untuk mengukur dampak hujan debu industri ini adalah dengan memantau data kesehatan. Dinkes akan menganalisis tren angka kesakitan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas.
“Nanti kita lihat dari angka kesakitan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), apakah meningkat atau tidak setelah adanya fenomena debu ini. Kami pantau terus data dari puskesmas-puskesmas setempat,” ujarnya. Alwiati juga mengakui bahwa kasus penyakit ISPA Balikpapan secara umum sudah tergolong tinggi bahkan sebelum insiden ini. Sementara itu, pengujian kimiawi terhadap sampel debu diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Sumber Debu dan Penjelasan Pihak Pertamina
VP Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman, mengonfirmasi bahwa material halus tersebut terindikasi berasal dari aktivitas operasional kilang. Secara spesifik, sumbernya adalah tahapan pengoperasian awal pada unit kilang baru yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) RDMP Balikpapan.
“Kami telah menerima laporan tersebut dan saat ini sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Memang ada indikasi dari aktivitas operasi awal kilang baru,” kata Asep dalam keterangan tertulisnya. Meskipun demikian, ia mengklaim bahwa berdasarkan identifikasi awal, material tersebut masih dalam batas aman.
“Dapat kami sampaikan bahwa karakteristik material tersebut masih berada dalam batas yang tergolong aman bagi kesehatan dan tidak menunjukkan tingkat risiko yang signifikan,” klaim Asep. PT KPB menyatakan komitmennya untuk terus memantau situasi dan telah membuka jalur koordinasi melalui kelurahan bagi warga yang ingin menyampaikan keluhan.
Imbauan Kesehatan untuk Warga Terdampak
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Balikpapan mengeluarkan beberapa imbauan darurat bagi masyarakat yang tinggal di sekitar area kilang, terutama di tengah cuaca panas:
- Warga diminta untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
- Masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan.
- Orang tua diminta untuk membatasi anak-anak bermain di luar rumah untuk sementara waktu.
“Apalagi kalau anak-anak, sebaiknya di rumah saja. Batasi keluar rumah jika tidak terlalu penting,” imbau Alwiati, menekankan pentingnya perlindungan bagi kelompok rentan.






