Puluhan mahasiswa menggelar aksi protes tolak Wamen HAM pada Selasa, 23 Juni 2026. Massa aksi berasal dari BEM Keluarga Mahasiswa Universitas Mulawarman. Mereka menginterupsi acara di Gelanggang Olahraga 27 September, Samarinda, Kalimantan Timur.
Spanduk Kekecewaan Mahasiswa
BEM Universitas Mulawarman menyasar kehadiran Wamen HAM Mugiyanto secara langsung. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan ‘Usir Mugiyanto, Pengkhianat Reformasi’. Selain itu, mahasiswa mengangkat poster wajah Wiji Thukul dan Petrus Bima Anugrah.
“Kasus pelanggaran HAM masa lalu tak kunjung diselesaikan,” kata Heththan Hersya Putra. Ia menjadi koordinator aksi protes tersebut. Oleh karena itu, mahasiswa terus mendesak pemerintah menuntaskan kasus pelanggaran HAM.
Respons terhadap Tuntutan
Selanjutnya, Heththan menjelaskan kronologi aksi tersebut pada Rabu, 24 Juni 2026. Satuan pengamanan kampus awalnya meminta mahasiswa keluar dari area. Namun, kelompok mahasiswa tetap menyuarakan tuntutan keadilan mereka secara lantang.
Lebih lanjut, Heththan menyebut Mugiyanto hanya mendengarkan tuntutan mahasiswa dari jauh. Wamen HAM ini tidak menemui mahasiswa secara khusus. Mugiyanto sendiri merupakan mantan korban penculikan Tim Mawar saat kerusuhan 1998.
Sebagai mantan aktivis 1998, ia sebelumnya aktif memperjuangkan nasib orang hilang. Ia kerap bergerak melalui Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia. Sementara itu, Mugiyanto belum merespons permintaan tanggapan hingga Rabu, 24 Juni 2026.
Pentingnya HAM bagi Generasi Muda
Di sisi lain, kehadiran Mugiyanto bertujuan untuk memberikan kuliah umum. Acara ini membahas penguatan kapasitas HAM bagi mahasiswa. Kanwil Kementerian HAM Kalimantan Timur menyelenggarakan kegiatan tersebut bersama pihak kampus.
Mugiyanto menyatakan bahwa HAM harus menjadi ruh pembangunan nasional. Oleh sebab itu, ia berharap mahasiswa menyadari hal tersebut. “Penting bagi generasi muda untuk memahami HAM,” katanya.
Sebagai penutup, pernyataan ini dikutip dari keterangan resmi universitas setelah acara selesai. Kehadiran pejabat negara ini terbukti memicu dinamika kuat di kalangan akademisi kampus.
Fakta Menarik Aksi Protes Mahasiswa
- Mahasiswa membentangkan spanduk penolakan di dalam gedung olahraga.
- Massa membawa poster wajah aktivis yang hilang semasa Orde Baru.
- Satpam kampus sempat berusaha menertibkan barisan mahasiswa.






