Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mendorong pemanfaatan potensi IKN Nusantara sebagai pusat wisata olahraga (sports tourism) dan kebugaran (wellness tourism). Menurutnya, ibu kota baru yang dirancang dengan infrastruktur modern, ruang terbuka hijau yang luas, serta penataan kawasan berkelanjutan menjadi modal kuat untuk menciptakan daya tarik baru di Kalimantan Timur.
Konsep ini diyakini mampu mengubah citra IKN dari sekadar pusat pemerintahan menjadi destinasi yang hidup. Sports tourism sendiri merupakan industri besar, terbukti dari kesuksesan event lari maraton di kota-kota dunia seperti Tokyo Marathon atau Boston Marathon yang menarik puluhan ribu peserta dan penonton. Sementara itu, wellness tourism yang berfokus pada kesehatan fisik dan mental telah terbukti berhasil di destinasi seperti Bali yang terkenal dengan pusat yoga dan retretnya. IKN, dengan konsepnya sebagai ‘forest city’, memiliki fondasi alam yang ideal untuk kedua jenis wisata tersebut.
Rahayu secara spesifik menyoroti salah satu elemen teknis yang bisa menjadi pemicu, yakni desain pencahayaan luar ruang (outdoor lighting). Ia memandang tata cahaya yang apik tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga menciptakan atmosfer yang mendukung berbagai kegiatan malam hari. “Dengan lampu-lampu ini saya rasa desain lighting outdoor bisa sangat berpengaruh dan itu menjadi hal yang bisa kita dorong untuk adanya kegiatan-kegiatan wisata kebugaran atau wellness tourism, termasuk sports tourism,” papar Rahayu.
Implementasi gagasan ini dapat diwujudkan melalui penyelenggaraan acara-acara rutin. Kegiatan seperti lari santai (fun run) di akhir pekan atau lari malam (night run) di tengah gemerlap desain kota modern dapat menjadi agenda andalan. Aktivitas semacam ini tidak hanya menyehatkan, tetapi juga menawarkan pengalaman unik bagi warga dan wisatawan untuk menikmati wajah IKN di luar jam kerja.
Gerbang Baru Ekonomi Pariwisata Kaltim
Lebih jauh, pengembangan IKN sebagai hub wisata diharapkan tidak berhenti di dalam kawasan inti pemerintahan saja. Rahayu menekankan bahwa IKN harus berfungsi sebagai pintu gerbang utama bagi wisatawan untuk menjelajahi kekayaan alam dan budaya Kalimantan Timur yang lebih luas. Kehadiran IKN dapat menjadi titik awal perjalanan turis sebelum melanjutkan ke destinasi populer lain seperti Kepulauan Derawan, Danau Labuan Cermin, atau kawasan konservasi lainnya.
Efek dominonya diharapkan terasa langsung pada perekonomian masyarakat sekitar. Peningkatan arus wisatawan akan membuka peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga penjualan cenderamata. Pada akhirnya, visi besar ini bertujuan agar manfaat pembangunan infrastruktur masif di IKN dapat dirasakan secara merata. Proyek ini bukan hanya soal memindahkan pusat administrasi negara, tetapi juga menciptakan lokomotif ekonomi baru bagi daerah. Tujuan utamanya adalah memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.






