Verifikasi Nasional Dimulai, Akankah Sangkulirang-Mangkalihat Jadi Geopark UNESCO?

Verifikasi Nasional Dimulai, Akankah Sangkulirang-Mangkalihat Jadi Geopark UNESCO?

Langkah krusial menuju pengakuan dunia resmi dimulai. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menyambut kedatangan Tim Verifikasi Geopark Nasional pada Senin, 6 Juli 2026, untuk memulai proses penilaian lapangan selama lima hari di kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat. Verifikasi yang berlangsung hingga 10 Juli ini menjadi momen penentu apakah kawasan yang membentang di Kutai Timur dan Berau tersebut layak menyandang status geopark nasional, sebuah tiket emas untuk mendaftar sebagai UNESCO Global Geopark (UGG).

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, memimpin presentasi kesiapan di hadapan tim verifikasi. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari kerja kolektif, bukan sekadar upaya pemerintah semata.

Bacaan Lainnya

“Verifikasi ini menjadi momentum untuk menunjukkan kesiapan Kalimantan Timur dalam mengelola Geopark Sangkulirang-Mangkalihat secara terpadu. Keberhasilan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Sri Wahyuni setelah penayangan video profil kawasan.

Fokus Verifikasi: Konservasi di Atas Kunjungan Wisata

Tim verifikasi yang dipimpin oleh Prof. Mega Fatimah Rosana dari Pusat Survei Geologi tidak datang untuk menghitung potensi kunjungan wisatawan. Sebaliknya, fokus utama penilaian adalah pada aspek keberlanjutan dan pelestarian. Prof. Mega menekankan bahwa keberhasilan sebuah geopark terletak pada kemampuannya menjaga warisan secara utuh.

Selama lima hari, tim akan melakukan validasi antara dokumen yang diajukan dengan kondisi faktual di lapangan. Beberapa aspek krusial yang akan dinilai meliputi:

  • Tata Kelola: Sinergi antara Pemprov, Pemkab Kutai Timur, Pemkab Berau, dan Badan Pengelola.
  • Konservasi: Upaya perlindungan warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya lokal.
  • Pemberdayaan: Keterlibatan dan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
  • Edukasi: Program pendidikan dan peningkatan kesadaran publik tentang nilai penting kawasan.

Penilaian komprehensif ini didukung oleh tim lintas disiplin yang juga melibatkan perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), menandakan pentingnya proyek ini dalam skala nasional.

Menuju Pengakuan Dunia Seperti Geopark Meratus

Harapan besar disematkan pada proses ini. Aries Kusworo, salah satu anggota tim verifikasi, berharap Sangkulirang-Mangkalihat dapat mengikuti jejak sukses Geopark Meratus di Kalimantan Selatan yang telah lebih dulu meraih pengakuan dari jaringan UNESCO. Proses verifikasi ini, menurutnya, bukan sekadar ajang penilaian, melainkan juga kesempatan untuk menyempurnakan tata kelola.

Upaya Pemprov Kaltim ini sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pengembangan Taman Bumi (Geopark). Peraturan ini menempatkan pemerintah provinsi sebagai koordinator pengelolaan geopark lintas kabupaten. Dengan luas kawasan karst Sangkulirang Mangkalihat yang mencapai hampir dua juta hektare, koordinasi yang solid menjadi faktor penentu keberhasilan.

Selanjutnya, tim akan meninjau langsung sejumlah geosite, berdialog dengan pemerintah daerah terkait, serta masyarakat. Hasil verifikasi ini tidak hanya menentukan status nasional, tetapi juga menjadi fondasi kuat bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan Kaltim yang berbasis pada kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat.

Pos terkait