Gema Prestasi Batu Benawa 2026, ‎Disdik HST: Wadah Pembentukan ‎Karakter  Anak dan Budaya Lokal

Gema Prestasi Batu Benawa 2026, ‎Disdik HST: Wadah Pembentukan ‎Karakter  Anak dan Budaya Lokal

BARABAI, Kaltimku.d — Sebanyak 143 siswa SD di Kecamatan Batu Benawa, HST, siap asah kemampuan akademik, kelestarian bahasa daerah, dan nilai keagamaan lewat panggung kompetisi Gema Prestasi Batu Benawa 2026. Kegiatan ini difasilitasi Pemkab Hulu Sungai Tengah (HST).

‎​“Pendidikan berkualitas harus mampu mengembangkan kemampuan akademik. Membentuk karakter peserta didik agar siap hadapi tantangan masa depan tanpa meninggalkan jati diri,” ujar Kepala Disdik HST melalui Kabid Pendidikan Dasar, Badaruddin saat membuka kegiatan itu di Balai Kecamatan Batu Benawa, Senin (20/7/2026).

‎​Kabid Dikdas itu memberikan apresiasi kepada semua pihak lintas sektor di kecamatan ini. Batu Benawa disebut berhasil menyukseskan program penguatan karakter bagi generasi muda “Bumi Murakata” — HST.



‎Gema Prestasi ini sendiri meliputi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) dan Festivasl Pendidikan Keagamaan PAI FAIR 2026 yang akan berlangsung dua hari,  20-21 Juli 2026.

‎Hari pertama, dijadwalkan lomba Menulis Puisi dan Cerpen Bahasa Banjar. Lomba Adzan, dan Pidato PAI bagi seluruh perwakilan sekolah. Hari kedua dilanjutkan lomba Pidato dan Bercerita Bahasa Banjar, Bapandung, Tilawah Al-Qur’an, Tahfidz Al-Qur’an, dan Olimpiade PAI.

‎Ketua Pelaksana yang juga Ketua K3S Batu Benawa, Didi Pengabdian menjelaskan, Gema Prestasi ini agenda penting bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus membangun karakter yang kuat.

Bacaan Lainnya



‎“Anak-anak adalah investasi terbesar bangsa. Melalui Gema Prestasi, kita tidak hanya mencari juara, tetapi membina generasi yang memiliki akhlak mulia, semangat belajar, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya dan agama,” ujar Didi.

‎Lantas, Koordinator PAI FAIR Kecamatan Batu Benawa, Fahriansyah menambahkan, perlombaan keagamaan ini menjadi sarana belajar  sangat efektif untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dan akhlak anak sejak usia dini.

‎​“Kemenangan sejati bukan hanya ketika membawa pulang piala, tetapi ketika pulang dengan ilmu yang bertambah, akhlak yang semakin baik, serta semangat untuk terus belajar,” katanya. (JJD)



Pos terkait