Jembatan Kabupaten Kukar yang Baru Bukan Warna Kuning Lagi

Kaltimku.id, KUKAR – Jembatan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) yang baru sudah di cat, tapi warnanya bukan dikembalikan ke warna kuning lagi, tapi diganti dengan warna merah putih.

Perubahan warna jembatan yang menghubungkan Kabupaten Kukar dengan Kota Samarinda dan sekitarnya itu, sempat menjadi perbincangan publik, terutama sebagian masyarakat Kabupaten Kukar.

Bacaan Lainnya

Ada yang mengkait-kaitkan dengan politik, partai dan lainnya. Namun, prasangka itu ditepis Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kukar Wisnu. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara memastikan, pemilihan warna tersebut tidak ada sangkut paut dengan politik maupun niat melanggar adat Kesultanan.

Jembatan Kukar sebelum runtuh.

Dilansir https://humas.kukarkab.go.id/, pada prosesi Tepong Tawar yang diikuti unsur Forkopimda di Jembatan Kukar Wisnu menegaskan, perubahan warna Jembatan Kukar yang semula kuning menjadi merah dan putih dilakukan demi keselamatan pelayaran.

“Merah Putih dipilih karena menyangkut sistem keselamatan pelayaran. Kedua warna ini dinilai lebih terang, sehingga meningkatkan keselamatan aktivitas pelayaran di Sungai Mahakam,” katanya menjelaskan.

Untuk selanjutnya, Dinas PU akan melanjutkan proses perawatan dan pengecetan jembatan dengan warna merah dan putih, sesuai dengan simbol bendera negara.

Dijelaskannya, prosesi Tepong Tawar yang dilakukan Pangeran Ali beserta kerabat Kesultanan Kukar Ing Martadipura merupakan tradisi Kutai dengan tujuan agar pemeliharaan Jembatan Kukar berjalan lancar.

Disampaikannya prosesi Tepong Tawar merupakan upaya Pemda yang menunjukkan bahwa pembangunan di Kukar selalu menjujung tinggi nilai-nilai adat Kesultanan Kutai. Diharapkan, pembangunan infrastruktur maupun sektor lainnya yang sudah dilakukan di Kutai Kartanegara dapat dirasakan manfaatnya masyarakat.

Sekadar diketahui, runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara, Sabtu (26/11/2011) sekitar pukul 16.00 Wib menimbulkan korban. Usai runtuh, warga Teluk Dalam Tenggarong Seberang menyaksikan puluhan helm milik korban pengendara motor mengapung di sungai.*

Pos terkait