BALIKPAPAN, Kaltimku.id – Pagi Selasa (21/7/2026), bibir Pantai Bandara Lama – kawasan yang warga kerap sebut Trakindo Lama, Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan – menjadi saksi kisah kebaikan. Seekor penyu tampak tergeletak lemah di pasir, seolah tak sanggup lagi bergerak. Berkat sigapnya tangan-tangan yang peduli, satwa laut yang dilindungi ini kini sudah kembali membelah ombak lepas pantai Balikpapan.
Semuanya bermula dari laporan warga yang melihat keberadaan penyu tersebut. Kabar itu tak lama sampai ke telinga Aipda Taufik Ismail dan tim Satuan Polairud Polda Kalimantan Timur. Tanpa menunggu lama, mereka segera bergegas menuju lokasi.
Saat tiba, hati tim tersentuh melihat kondisi penyu itu. Tubuhnya tampak lemas, dan cangkangnya tertutup rapat oleh tiram-tiram yang menumpuk. Beban berat itu jelas menghambat gerakannya, membuatnya tak bisa kembali ke laut dengan sendirinya.
“Kami langsung bergerak begitu dapat kabar. Begitu melihatnya, rasanya tak tega. Tiram-tiram itu menempel sangat banyak, jadi kami tak bisa diam saja,” ujar Aipda Taufik dengan nada hangat.
Tak hanya petugas, warga sekitar dan pelaku UMKM pesisir yang ada di tempat pun ikut berdatangan. Saling bahu-membahu, tanpa ragu mereka turun tangan. Ada yang membawa air bersih, ada yang membantu membersihkan cangkang dengan hati-hati agar tidak melukai penyu. Suasana di pantai itu berubah menjadi kerja sama yang tulus, menyatukan hati untuk satu tujuan: menyelamatkan sahabat laut ini.
Perlahan tapi pasti, cangkang penyu bersih kembali. Napasnya terlihat lebih tenang, dan gerakannya mulai pulih. Melihat perubahan itu, senyum merekah di wajah semua orang yang hadir.
“Terima kasih sebesar-besarnya untuk semua warga dan teman-teman pelaku UMKM yang ikut serta. Tanpa bantuan kalian, proses ini pasti tak akan secepat ini. Kepedulian seperti inilah yang paling kita butuhkan – bahwa menjaga alam bukan hanya tugas petugas, tapi tanggung jawab kita semua,” ungkap Aipda Taufik penuh haru.
Setelah dipastikan kondisinya sudah kuat dan siap, momen yang ditunggu pun tiba. Dengan lembut, mereka mengangkat penyu itu dan membawanya perlahan ke arah air. Saat ombak mulai menyentuh tubuhnya, penyu itu perlahan bergerak, lalu berenang menjauh menuju kedalaman laut – pulang ke rumah aslinya.
Sebagai pesan untuk kita semua, Aipda Taufik berharap semangat kepedulian ini terus menyebar. “Kalau kalian sedang di pesisir dan melihat penyu atau satwa lain yang terdampar atau terlihat kesusahan, jangan ragu panggil petugas ya. Setiap detik sangat berharga bagi mereka. Mari kita jaga laut dan isinya bersama-sama, demi masa depan kita dan anak cucu nanti.”
Kisah di Pantai Bandara Lama ini menjadi bukti nyata: ketika aparat, warga, dan pelaku usaha bergerak seirama, keajaiban kecil seperti kembalinya penyu ke laut bisa terwujud. Sebuah sinergi hangat yang menyejukkan hati, demi kelestarian laut Balikpapan yang kita cintai. (*)







