Berselang Satu Hari, Warga HST Kebanjiran Lagi, Dua Desa Dekat Kolam Regulasi Terendam Parah

Kaltimku.id, BARABAI — Sebagian warga Hulu Sungai Tengah (HST) kelabakan lagi. Diusik banjir yang kembali merendam sejumlah kawasan di HST dan Kota Barabai sejak awal tahun 2024 hingga Rabu ini, 3 Januari 2024.

“Bahalat (berselang) satu hari saja setelah  hari Senin lalu, (1/1/2024), Barabai banjir lagi. Mulai siang tadi banjir, dan aku sedang bersih bersih rumah nah,” ucap Zakaria,  salah satu warga HST kepada awak media ini.

Bacaan Lainnya

Zakaria termasuk warga yang selalu terusik bila air bah datang. Maklum, rumahnya berada di bantaran DAS Benawa atau sungai Barabai yang meluap bila hujan deras mengguyur kawasan pegunungan Meratus.

Banjir kali kedua ini (3/1/2024)  terpantau lebih dalam. Luapan banjir tak hanya merendam sebagian Kota Barabai, ibu kota Kabupaten HST, melainkan juga meluber ke beberapa desa di kecamatan lainnya.

Sejumlah desa yang terendam  antara lain seperti Aluan Bakti, Aluan Besar dan Paya Besar (Batu Benawa) di dekat Kolam Regulasi. Lantas Desa Jaranih dan Masiraan (Pandawan),  Haruyan, Haruyan Seberang dan sekitar di Kecamatan Haruyan.

“Ada dua desa di dekat kolam regulasi yang terendam cukup parah. Desa Aluan Besar dan Paya Besar di Kecamatan Batu Benawa,” sebut warga lainnya.

Banjir di dua desa ini tak cuma merendam sebagian rumah warga, tapi ada ratusan hektare “pahumaan” (sawah) yang juga tergenang banjir.  Padahal, warga yang umumnya petani baru saja selesai menanam padi.

“Kasihan para petani di dua desa ini. Baru saja selesai tanam padi, ratusan hektare anakan padinya   sudah terendam genangan air banjir,”  timpalnya agak prihatin.

Warga seputar kolam regulasi itu menyebut, genangan banjir di sini cenderung bertahan. Tidak cepat turun  karena mungkin akibat terhalang kolam regulasi  di bagian hilir.  Bahkan, genangannya bisa meluber ke daerah Mandingin.

Lantas di Kota Barabai,  banjir merendam ruas ruas jalan yang memang “langganan” setiap  musim. Jalan Kemasan, Jalan Ulama, Hasan Basri, Pasar II, Pasar III, Hevea, Tri Kesuma atau Kampung Qadhi,  Telaga, Bungur,  Kampung Melayu,  jalan Sarigading /Bulau, dan kawasan Pasar Keramat Manjang.

Sejauh ini memang tak ada korban jiwa. Tapi, luapan banjir di HST dan Kota Barabai tetap mengusik warga. Mengganggu aktivitas warga yang ingin belanja di pasar untuk memenuhi keperluan sehari hari.

Menyikapi persoalan banjir ini,  Sekretaris Kabupaten (Sekkab) HST, H Muhammad Yani angkat bicara. Ia menyebut, Pemkab sudah melakukan berbagai langkah antisipasi  penanggulangan banjir.

“Berbagai upaya sosial masyarakat sudah kita lakukan. Di sektor hulu sudah kita pasang sirene peringatan,  namun memang belum optimal,”  ujar Sekkab Muhammad Yani dikutip media ini dari metro7.co.id. Rabu, 3 Januari 2024.

Kanal banjir pun, sebutnya, sudah berfungsi baik. Bahkan, pihaknya juga sudah melakukan pengerukan di hilir sungai dengan menggunakan excavator amphibi guna melancarkan  pembuangan air.

Selain itu, Sekkab Yani menyebut,  embung yang belum berfungsi optimal dan belum dibuka. Padahal, pembuatan embung atau kolam regulasi ini sudah lebih dari satu tahun dikerjakan.

“Jadi, kami mohon kepada Balai Sungai untuk secepatnya memungsikan, karena ini sudah krisis bencana,” ujarnya sambil menyebut setelah berfungsi,  Insya Allah Kota Barabai dan sekitarnya aman dari banjir, sehingga  masyarakat pun bisa beraktivitas dengan tenang dan nyaman.

Kepala Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) HST, Syahidin pun mengiyakan. Ia menyebut, ada dua sungai  yang sudah dibersihkan di bagian hilir untuk antisipasi banjir.

Kedua sungai utama itu adalah Batang Alai dan sungai Barabai. Sedang sungai sungai penghubungnya untuk hal tersebut sedang dikoordinasikan dengan Balai Sungai.

“Saat ini kan kolam regulasi yang belum berfungsi dengan sempura. Bila kolam regulasi sudah difungsikan, semoga mampu memercepat turunnya air  dan mengurangi banjir,” ujar Syahidin.

Jurnalis: JJD

Pos terkait