BALIKPAPAN, Kaltimku.id – Ratusan siswa dan siswi SMA Negeri 4 Balikpapan tampak serius namun antusias saat mengikuti sosialisasi bahaya narkoba yang digelar Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Kalimantan Timur, Jumat (24/7/2026). Bertempat di Aula sekolah sejak pukul 09.00 WITA, kegiatan ini menjadi momen krusial untuk melindungi generasi muda dari ancaman yang makin beragam dan mengintai di sekeliling mereka.
Hadir memimpin kegiatan ini, Kepala SMA Negeri 4 Balikpapan Agus Budiyanto, S.Pd., M.Pd., Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., serta narasumber andalan dari BNN Kota Balikpapan Penyuluh Narkoba Muda Sri Lestari, S.E., M.M. dan Penata Pemberantasan Narkoba Rully Abdi, S.H., M.H.
Kepala Sekolah Agus Budiyanto menyambut hangat langkah kepolisian yang turun langsung ke lingkungan sekolah. “Ini bukan sekadar penyuluhan biasa. Pemahaman yang benar tentang bahaya narkoba adalah benteng terkuat bagi anak-anak kita. Kami sangat berterima kasih karena Polda Kaltim dan BNN hadir melengkapi perlindungan kami,” ujarnya.
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi menegaskan, generasi muda adalah aset masa depan yang harus dijaga dengan sekuat tenaga. “Ancaman narkoba tidak lagi datang dalam kemasan yang kita kenal dulu. Ia menyamar, berubah wujud, dan menargetkan rasa ingin tahu anak muda. Kami ingin kalian tidak hanya tahu bahayanya, tapi berani berkata ‘TIDAK’, dan menjadi pelopor ajakan bagi teman-teman lainnya,” pesannya dengan tegas namun penuh semangat. Sebagai tanda persahabatan dan sinergi, sebelum masuk materi, pihak kepolisian menyerahkan cinderamata serta sarana kontak resmi bagi sekolah.
Di sesi pemaparan, Sri Lestari membuka mata para pelajar tentang ancaman yang makin tersembunyi. Ia menjelaskan definisi narkoba secara lengkap, dampak buruknya bagi tubuh dan pikiran, hingga fenomena Zat Psikoaktif Baru (NPS) yang kini makin marak menyusup ke Indonesia.
Salah satu informasi yang paling mengejutkan peserta adalah bahaya etomidate yang kerap dicampurkan ke dalam cairan rokok elektrik atau vape. “Zat ini sangat berbahaya! Bisa memicu kekurangan oksigen, kerusakan saraf permanen, hingga kematian mendadak tanpa peringatan,” tegasnya. Ia juga menjelaskan jalur pemulihan bagi yang sudah terlanjur terjerat, baik melalui rawat jalan maupun rawat inap.
Sementara itu, Rully Abdi mengajak siswa mengenali jenis narkoba berdasarkan efeknya—mulai dari penyemangat, penekan fungsi tubuh, hingga pemicu halusinasi. Yang paling ditunggu, ia membedah modus-modus licik pengedar: mulai dari menyamar sebagai teman, menawarkan barang “gratis” atau “kekinian”, hingga menyembunyikan barang di tempat yang tak terduga.
Suasana makin hidup saat sesi tanya jawab dibuka. Siswa berebut menanyakan perbedaan sanksi hukum pengguna dan pengedar, alasan remaja sering menjadi sasaran empuk, cara mengenali teman yang mulai terjerat, hingga modus terbaru peredaran narkoba. Semua pertanyaan dijawab dengan bahasa yang mudah dipahami dan menenangkan.
Lewat kegiatan ini, Bidhumas Polda Kaltim berharap kerja sama antara kepolisian, BNN, sekolah, dan masyarakat makin erat. “Mari kita bangun benteng bersama, agar sekolah kita tetap menjadi tempat belajar yang aman, sehat, dan sepenuhnya bebas narkoba,” harap panitia.***








