Sony Interactive Entertainment dilaporkan tengah menyiapkan PlayStation 6 (PS6) dengan biaya produksi yang meroket hingga 960 Dolar AS atau sekitar Rp16 juta per unit. Lonjakan ongkos ini dipicu oleh penggunaan komponen generasi terbaru, sementara perusahaan mengindikasikan tidak akan lagi menjual konsolnya dengan skema rugi demi mengejar target rilis pada akhir 2027.
Strategi bisnis Sony tampaknya berubah total. Tidak seperti era PlayStation 5 yang awalnya dijual di bawah ongkos produksi, raksasa teknologi asal Jepang ini menegaskan tidak akan mengulangi taktik subsidi silang. Seorang perwakilan manajemen rantai pasokan Sony menyatakan perusahaan menolak keras skema distribusi yang mengorbankan margin operasional hanya untuk mengamankan basis pengguna di awal peluncuran. Keputusan ini secara langsung akan berdampak pada harga jual PS6 ke konsumen nantinya.
Dapur Pacu Generasi Baru dari AMD
Di balik harganya yang tinggi, PS6 menjanjikan lompatan performa signifikan berkat kolaborasi erat dengan Advanced Micro Devices (AMD). Jantung konsol ini akan ditenagai prosesor berarsitektur AMD Zen 6 yang dipadukan dengan unit pengolah grafis (GPU) kustom berbasis RDNA 5. Kombinasi ini dirancang khusus untuk menangani kalkulasi ray tracing hingga sepuluh kali lebih padat dibandingkan PS5, demi menghasilkan visual ultra-realistis pada resolusi 4K secara stabil.
Untuk mengimbangi kekuatan tersebut, Sony membekali PS6 dengan memori super cepat GDDR7 berkapasitas masif 32 Gigabita. Seluruh komponen canggih itu akan dirakit di atas kepingan silikon yang diproduksi oleh Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) menggunakan fabrikasi 3 nanometer. Proses manufaktur modern ini krusial untuk menjaga efisiensi daya dan mengendalikan suhu panas di dalam sasis konsol. Namun, kebutuhan komponen ini membuat Sony harus bersaing ketat dengan perusahaan raksasa lain di industri kecerdasan buatan (AI) yang juga memborong pasokan cip serupa.
Kompromi dan Tantangan Pasar
Tekanan biaya memaksa Sony melakukan kompromi. Laporan menyebutkan kapasitas penyimpanan internal solid-state drive (SSD) bawaan dipangkas dari rencana awal 2 Terabita menjadi hanya 1 Terabita. Langkah ini dianggap sebagai intervensi paling rasional untuk menekan harga jual akhir. Analis finansial dari MST International, David Gibson, memproyeksikan tantangan terbesar ada pada ketersediaan komponen. “Gejolak harga cip memori di pasar industri menjadi ancaman komersial paling nyata bagi Sony menjelang penutupan tahun fiskal Maret 2027,” papar Gibson.
Di tengah pengembangan konsol utama, bocoran dokumen juga mengungkap adanya proyek konsol genggam dengan sandi “Project Canis”. Perangkat portabel ini diduga disiapkan untuk menyaingi dominasi Steam Deck dari Valve dan calon penerus Nintendo Switch. Saat ini, prototipe PS6 atau development kit telah didistribusikan ke studio-studio gim mitra di bawah protokol kerahasiaan yang ketat untuk memulai proses adaptasi permainan.
Pengujian awal pada prototipe konsol tersebut mencatat konsumsi daya listrik yang stabil di angka 160 Watt selama pengoperasian dasar.






